Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kota Sukabumi mengerahkan tenaga penyuluh pertanian yang bertugas di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi, Jawa Barat untuk mengawasi peredaran pupuk dan pestisida dalam menjaga produksi pangan dan non-pangan secara berkelanjutan.
"Jumlah penyuluh pertanian di Kota Sukabumi ada 19 orang dengan rincian penyuluh berstatus aparatur sipil negara (ASN) delapan orang dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 11 orang," kata Sekda Kota Sukabumi M Hasan Asari di Sukabumi, Senin.
Menurut Hasan, dengan demikian setiap kecamatan terdapat dua sampai tiga penyuluh pertanian yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan pupuk khususnya bersubsidi dan pestisida.
Baca juga: Distan: Mekanisme pembelian pupuk subsidi lebih sederhana
Baca juga: Polres Sukabumi tingkatkan pengawasan peredaran pupuk subsidi
Adapun fungsi dari penyuluh tersebut memberikan edukasi tentang penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Kemudian melakukan pendampingan pembelian pupuk bersubsidi terhadap petani, ikut mengawasi peredaran pupuk subsidi untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan memberikan edukasi terkait takaran atau dosis pupuk serta pestisida yang tepat.
"Pengawasan terhadap pupuk dan pestisida menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya. Bahwa pangan adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan," tambahnya.
Baca juga: Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Sukabumi pada 2024 naik jadi 114.931 ton
Maka dari itu, Hasan mengatakan keberadaan pupuk dan pestisida yang terjamin kualitas serta pasokan harus menjadi perhatian utama karena sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat untuk melindungi petani serta mencegah penyimpangan dalam distribusi maupun dampak negatif dari penggunaannya.
Pihaknya pun mengandalkan peran penyuluh pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas pangan, keberhasilan dalam memproduksi hasil pertanian serta menjaga ketahanan pangan.
Seperti diketahui luas lahan pertanian di Kota Sukabumi sangatlah kecil yakni hanya sekitar 1.295 hektare. Tetapi dengan luas yang terbatas produktivitas hasil pertanian khususnya padi setiap satu hektare merupakan salah satu yang tertinggi di Jabar yakni mencapai 6,5 ton gabah kering giling.