Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat RI Tawau mengajak 90 siswa Pusat Pembelajaran Komunitas (CLC) Al Alaq Bandar Sri Indah dan masyarakat Indonesia di Tawau, Sabah, Malaysia, ngabuburit pada Jumat (7/3).
Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo dalam keterangan tertulis diterima di Kuala Lumpur, Sabtu, mengatakan ngabuburit yang diadakan di Kantor Perwakilan RI di Tawau itu merupakan tradisi yang memang harus dipertahankan sebagai upaya menjaga tali silaturahim masyarakat Indonesia di sana, baik yang masih menjadi warga negara Indonesia (WNI) maupun sudah menjadi warga negara Malaysia.
Kegiatan ngabuburit, menurut dia, diisi dengan pembentangan bendera Merah Putih yang dilanjutkan dengan pembekalan wawasan kebangsaan bertema “Ramadhan dan Kemerdekaan RI”.
Dalam pembekalan wawasan kebangsaan, Aris menyampaikan tentang kemerdekaan Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan bulan suci Ramadhan. Setidaknya terdapat enam peristiwa bersejarah bagi Bangsa Indonesia yang terjadi pada bulan Ramadhan.
Enam peristiwa tersebut, yaitu Kongres I Budi Oetomo 3-5 Oktober 1908 (7-9 Ramadhan 1326 H), Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 (8 Ramadhan 1364 H), Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 (9 Ramadhan 1364 H), Pembentukan Kabinet Pertama 1945 pada 2 September 1945 (25 Ramadhan 1364 H), dan Agresi Militer I Belanda 30 Juli 1947 (12 Ramadhan 1366 H).
Selain memberikan pembekalan tentang sejarah Indonesia, ia juga mengingatkan kepada para siswa untuk belajar sungguh-sungguh, bekerja keras pantang menyerah dan menggantungkan cita-cita setinggi langit agar dalam kurun 20 tahun ke depan, tepatnya 2045, dapat menjadi generasi emas Indonesia.
CLC Al Alaq berada di luar ladang yang dikelola secara mandiri dengan dukungan orang tua murid dengan tempat belajar berada di dua unit rumah toko (ruko) sewa. Saat ini terdapat 181 siswa yang belajar di kelas 1 hingga kelas 9.
Baca juga: Malaysia gelar penyelidikan internal penembakan pekerja migran Indonesia