Kota Sukabumi (ANTARA) - Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi isu prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diusulkan dari tingkat berbagai kelurahan untuk dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjadi program pembangunan pada 2026/2027.
Informasi yang diperoleh dari Diskominfo Kota Sukabumi, Rabu, menyebutkan bahwa menjelang akhir tahun ini 33 kelurahan dan tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi menyelenggarakan Musrenbang bertema "Transformasi Ekonomi melalui Penguatan Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kreatif, dan Layanan Publik Digital", yang akan diusulkan dan ditetapkan menjadi hasil Musrenbang Kota Sukabumi dan dijalankan menjadi program pemerintah kota.
Musrenbang merupakan bagian dari penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2026/2027.
Masyarakat Kelurahan Gunung Parang dan Subang Jaya, yang berada di Kecamatan Cikole, misalnya, pada Musrenbang yang diadakan Selasa (9/12) mengusulkan penyelenggaraan pelatihan bagi pelaku UMKM serta pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi digital, untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi. Begitu pula di Kelurahan Cisarua dan Selabatu yang juga berada di Kecamatan Cikole.
Lurah Gunung Parang Cecep Hidayat menjelaskan bahwa masyarakat secara keseluruhan menyampaikan 10 prioritas program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain pelatihan bagi pelaku UMKM serta pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi digital, juga pelatihan keterampilan komputer dan desain grafis, pembuatan biopori, serta perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur.
Camat Cikole Cesar Anwar menyebutkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tiga kelurahan di Kecamatan Gunung Puyuh, yakni Kelurahan Karamat, Karang Tengah dan Gunung Puyuh, telah menuntaskan Musrenbang tingkat kelurahan, yang bertujuan untuk menetapkan kegiatan skala prioritas yang berasal dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat, yang akan diusulkan ke Musrenbang tingkat kecamatan.
Masyarakat juga mengusulkan pelatihan kewirausahaan, serta pengadaan bibit pertanian, perikanan dan peternakan. Selain itu juga perbaikan sejumlah infrastruktur.
Camat Gunung Puyuh Widya Yudha Setiawan mengharapkan seluruh usulan masyarakat yang diajukan menjadi 10 prioritas dalam Musrenbang bisa direalisasikan dalam program pembangunan Pemerintah Kota Sukabumi tahun 2026/2027.
Begitu pula Kelurahan Benteng di Kecamatan Warudoyong mengusulkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdiri atas pelatihan pengelolaan sampah, kemudian pelatihan tenaga kerja, pelatihan bagi Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, dan pembentukan kelompok wanita tani.
Hasil Musrenbang di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, yang merangkum transformasi ekonomi dituangkan ke dalam 10 kegiatan skala prioritas yang berasal dari usulan masyarakat, antara lain, kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan pemasaran produk UMKM, pelatihan penguatan literasi dan pelatihan pemilahan serta daur ulang sampah.
Musrenbang Kelurahan/Kecamatan Lembursitu dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan Camat Lembursitu Yudi Sutriana, serta para Ketua RW dan tokoh masyarakat setempat, memfokuskan perhatian pada transformasi ekonomi melalui tiga pilar utama yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas layanan publik.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana pada Musrenbang Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, menegaskan bahwa Musrenbang memperkuat upaya Pemerintah Kota Sukabumi mengatasi sejumlah masalah seperti kemiskinan ekstrem dan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka.
Ia menjelaskan bahwa indikator makro sosial dan ekonomi Kota Sukabumi menunjukkan tren positif seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menurun dari 8,34 persen di tahun 2024 menjadi 8,19 persen pada tahun 2025.
Kemudian pada periode yang sama persentase penduduk miskin juga terus mengalami penurunan dari 7,20 persen menjadi 6,90 persen. Sementara angka prevalensi stunting pun menurun dari 26,9 persen pada tahun 2023, menjadi 19,7 % pada tahun 2024.
Wakil Wali Kota Sukabumi mengharapkan berbagai usulan yang dihimpun dalam Musrenbang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan tren positif tersebut serta dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki ketika membuka Musrenbang Kelurahan/Kecamatan Warudoyong menegaskan bahwa Musrenbang harus diarahkan pada penanganan berbagai isu di masyarakat seperti masalah pengangguran, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
"Jangan sampai ada warga tidak bisa membeli beras, kemudian rumah kumuh atau tidak layak, stunting, infrastruktur kumuh," katanya.
Penurunan angka pengangguran, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, kata Wali Kota, menjadi prioritas pertama dalam program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.
Ia menyebutkan ada 15.400 pengangguran yang harus segera dituntaskan di Kota Sukabumi.
Baca juga: Pemkab Bekasi gelar Musrenbang CSR pertama di Jawa Barat
Baca juga: Kota Bogor serap aspirasi anak lewat Musrenbang
Baca juga: Pemkot Depok gelar musrenbang untuk bahas rencana kerja dan pembangunan
Baca juga: Pemkab Bogor gelar Forum Musrenbang RPJPD Tahun 2025-2045
