Kota Bogor (ANTARA) - Pedagang warung binaan dari Kota dan Kabupaten Bogor membahas pemanfaatan teknologi dalam operasional usaha saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Aksesmu bersama Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) di Kota Bogor, Jawa Barat.
Managing Director Aksesmu Viendra Primadia di Bogor, Rabu, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk menyerap masukan langsung dari pedagang mengenai penggunaan aplikasi kulakan belanja dan berbagai fitur digital yang mendukung usaha kecil.
“Seluruh masukan dari pedagang sangat berarti bagi kami. Aksesmu tumbuh bersama warung, sehingga pengembangan layanan harus selalu sejalan dengan apa yang mereka rasakan dan butuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan kolaborasi dengan FIA UI membantu Aksesmu memperoleh pandangan akademik mengenai dinamika usaha mikro dan kesiapan pedagang beradaptasi dengan layanan digital.
Dosen dan peneliti FIA UI Dr. Muhammad Ramditya BBA., M.Sc mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, FGD memberikan temuan penting terkait perilaku digital pedagang warung serta dinamika produk dan harga di lapangan.
“FGD ini memberi banyak insight tentang bagaimana pedagang warung beradaptasi dengan teknologi dan layanan digital. Temuan ini bermanfaat tidak hanya bagi Aksesmu tetapi juga bagi riset akademik,” katanya.
Sebelum diskusi dimulai, Commercial GM Aksesmu Mujianto Nabiel memberikan arahan kepada fasilitator dan peserta mengenai alur FGD. Ia menegaskan kegiatan serupa akan menjadi program rutin untuk memastikan layanan Aksesmu tetap relevan dengan kebutuhan pedagang.
“Pedagang adalah pihak yang merasakan langsung dinamika lapangan, sehingga wawasan mereka sangat penting bagi pengembangan layanan,” ujarnya.
Selama diskusi, pedagang menyampaikan pengalaman terkait kebutuhan usaha, fitur aplikasi yang mempermudah transaksi, promo yang diminati, harga produk yang mendukung penjualan, hingga peluang penerapan pembayaran non-tunai di lingkungan usaha mereka.
FGD ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi pedagang warung binaan Aksesmu dari berbagai wilayah Bogor. Banyak peserta baru pertama kali saling berkenalan meski lokasi warung berdekatan, sehingga dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas jaringan usaha. Aksesmu turut memberikan doorprize berupa voucher belanja dan uang tunai.
Salah satu peserta, Yulia, pemilik Toko Yulia di Ciawi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami bisa cerita soal kebutuhan warung dan apa yang kami mau dari Aksesmu. Seru juga ketemu pedagang lain, padahal dekat tapi baru kenal di sini,” katanya.
Usai diskusi, pedagang mendapat edukasi lanjutan terkait penggunaan aplikasi Aksesmu, manfaat transaksi non-tunai, serta fasilitas layanan yang dapat menunjang kemandirian usaha mereka.
Baca juga: Kemenpar gelar FGD untuk susun petunjuk teknis bagi pengelola destinasi wisata
Baca juga: Universitas Pancasila berkomitmen reformulasi kebijakan kehutanan
