Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jabar, merealisasikan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir utara Karawang.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Rabu, menyerahkan kunci rumah bagi warga terdampak abrasi dan banjir rob di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Ia menyampaikan, program bantuan rumah bagi warga terdampak abrasi dan banjir rob ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kepastian tempat tinggal bagi warganya.

"Ini adalah komitmen kami untuk memastikan warga terdampak abrasi dan banjir rob tetap mendapatkan hunian yang layak dan aman," katanya.

Pemerintah Kabupaten Karawang sejak beberapa tahun terakhir telah merelokasi warga terdampak abrasi dan banjir rob dibangunkan rumah yang layak untuk mereka. Kali ini terdapat 21 rumah yang rampung dibangun.

Baca juga: Bupati Karawang turunkan ekskavator amfibi atasi masalah abrasi di pesisir pantai Ciparage

Menurut bupati, bantuan perbaikan rumah ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Tetapi juga sebagai upaya menjaga keselamatan warga dari ancaman bencana yang terus berulang.

“Kami tidak ingin masyarakat terus hidup dalam kekhawatiran akibat abrasi dan banjir rob. Jadi mereka direlokasi dan dibangun rumah baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," katanya.

Bupati Aep berharap agar para penerima manfaat dapat menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan, sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Karawang, Asep Hazar, menyampaikan pembangunan rumah bagi warga terdampak abrasi di Desa Cemarajaya telah direalisasikan sesuai perencanaan dengan total 21 unit hunian.

Baca juga: 375 keluarga di pesisir Karawang direlokasi akibat terdampak ancaman abrasi

Sebelumnya Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,96 miliar untuk pembangunan 21 rumah warga yang terdampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir utara Karawang.

Menurut dia, pembangunan puluhan rumah tersebut telah dilaksanakan sejak setahun lalu, dengan proses dimulai pada Agustus hingga Desember 2025 dan ditargetkan selesai tepat waktu agar segera dapat dimanfaatkan oleh warga.

"Alhamdulillah seluruh unit telah rampung. Kunci rumahnya sudah diserahkan ke penerima manfaat, dan kini bisa langsung ditempati," kata dia.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026