Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan restorasi pantai di sisi utara Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan untuk memulihkan kondisinya yang terdampak abrasi.

"Aksi ini dilakukan untuk memulihkan pantai yang mengalami abrasi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata,” kata Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu Mustajab di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan wilayah pesisir dengan mengembalikan pasir pantai yang terkikis akibat abrasi.

Menurut Mustajab, upaya ini juga dilakukan untuk mengembalikan pasir pantai yang hilang.

"Pasukan biru mengambil pasir dari tengah laut untuk kemudian dikembalikan ke area pantai,” katanya.

Baca juga: Parekraf Kepri Minat masyarakat berlibur ke Kepulauan Seribu cukup tinggi
Baca juga: Kepulauan Seribu hadirkan wisata malam eksotis di Pulau Tidung

Mustajab menjelaskan untuk mencegah pasir kembali terkikis, pihaknya juga telah memasang geobag di sepanjang area yang direstorasi.

Ia mengatakan pengerjaan yang dimulai sejak awal Maret ini ditargetkan mencakup sepanjang 200 meter.

Setelah rampung, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan untuk berbagai aktivitas, seperti bermain pasir, olahraga voli pantai, hingga rekreasi.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pantai dengan hamparan pasir putih yang bisa dinikmati, sehingga mampu mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Seribu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu Wahyu Maulana mengatakan pihaknya juga melakukan penataan tanggul menggunakan kubus masif di lokasi yang sama.

“Tanggul sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga dilakukan penataan ulang sepanjang kurang lebih 200 meter,” jelasnya.

Baca juga: 840 orang kunjungi Kepulauan Seribu

Menurut dia tanggul tersebut nantinya akan dicor dan difungsikan sebagai jalur pejalan kaki maupun tempat bersantai bagi warga dan wisatawan.

Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar 110 meter.

Setelah itu, area di depan tanggul juga akan ditanami mangrove sebagai upaya perlindungan alami terhadap abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut menjaga hasil pembangunan dengan tidak merusak fasilitas serta menjaga kebersihan lingkungan pantai, agar kawasan tetap nyaman, aman, dan berkelanjutan,” kata dia.



Pewarta: Mario Sofia Nasution
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026