Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membentuk satuan tugas (satgas) tingkat kecamatan dengan prioritas misi memperkuat fungsi kontrol Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna optimalisasi implementasi di lapangan.

"Camat di masing-masing wilayah sudah ditunjuk menjadi Kepala Satgas MBG Kecamatan. Segera bentuk posko pengawasan dan kerahkan SDM yang ditugaskan khusus mengawal program prioritas ini," kata Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Bekasi Iis Sandra Yanti di Cikarang, Kamis.

Dia menilai pembentukan satuan tugas di level wilayah ini penting sebagai langkah strategis memperkuat pengendalian serta monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Baca juga: Satgas bersama BGN selidiki menu MBG dibungkus plastik kresek

Keberadaan Satgas MBG Kecamatan diyakini mampu mempermudah proses pengawasan sehingga setiap kendala maupun ketidaksesuaian pelaksanaan program di lapangan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.

"Tujuan pembentukan satgas kecamatan ini adalah untuk lebih memaksimalkan fungsi pengendalian serta pelaksanaan program di lapangan. Jadi, bisa lebih terlaporkan sejak dini apabila ditemukan ketidaksesuaian ataupun hal-hal yang perlu diluruskan dalam pelaksanaan program," katanya.

Satgas ini juga akan membantu pemerintah daerah melakukan validasi data penerima manfaat sekaligus penguatan koordinasi hingga tingkat bawah guna memastikan program MBG berjalan tepat sasaran.

Pemerintah daerah akan kembali melakukan pencocokan data penerima manfaat sebagai bahan validasi agar masyarakat sasaran yang belum menerima layanan tersebut dapat segera terakomodasi.

Baca juga: Satgas MBG kuatkan pengawasan kualitas makanan

Hingga penghujung April 2026, Program MBG di Kabupaten Bekasi telah menjangkau 548.248 penerima manfaat dari berbagai kalangan masyarakat.

Program tambahan makanan bergizi ini sudah diberikan kepada total 453.594 pelajar mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Layanan tersebut juga telah diperluas dengan turut menyasar 10.370 ibu hamil, 19.891 ibu menyusui, serta 64.393 balita.

Sementara terkait kesiapan dapur layanan, saat ini tercatat ada 318 dapur SPPG se-Kabupaten Bekasi yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut akan kembali didata serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

"Penyesuaian jumlah dapur SPPG bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sasaran penerima Program MBG yang belum mendapatkan layanan ini," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026