Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Petugas pembaca meter dan validator menjadi ujung tombak peningkatan pendapatan BUMD Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sehingga keduanya dituntut untuk terus meningkatkan kinerja.

"Keduanya berperan memastikan akurasi tagihan pelanggan sekaligus menjaga kelancaran pelayanan air bersih," kata Plt. Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Tirta Bhagasasi Siti Aminah dihubungi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis.

Dia mengatakan, pihaknya baru-baru ini mengumpulkan jajaran petugas Pembaca Meter (PM) dan validator untuk memberikan motivasi demi tercapai program yang telah digagas perusahaan dalam rangka optimalisasi pelayanan air bersih maupun peningkatan pendapatan.

"PM dan validator harus terus meningkatkan kinerja. Jika dalam melaksanakan tugas tidak optimal, bisa berdampak langsung terhadap penurunan omzet perusahaan," katanya.

Aminah yang menjabat definitif sebagai Kepala Bagian Pemasaran di perusahaan daerah milik Pemkab Bekasi ini meminta kepada seluruh pegawai PM dan validator untuk selalu bersinergi dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pembaca meter bertugas di lapangan, ke rumah-rumah pelanggan, sedangkan petugas validator lebih banyak menangani administrasi dan berada di dalam ruangan kantor.

Dirinya mengaku tujuan utama pertemuan dengan para pembaca meter dan validator adalah memastikan jumlah tagihan pelanggan akurat maupun meminimalkan pengaduan pelanggan.

"Juga untuk memastikan pembayaran tagihan pelanggan berjalan lancar dan pendapatan perusahaan meningkat sehingga perlu ada sinergi antara pembaca meter dengan validator," ucapnya.

Menurut dia, validator bertugas melakukan verifikasi lebih lanjut. Data yang diberikan pembaca meter masih perlu diverifikasi dan divalidasi untuk menjadi 'good data' oleh petugas validator.

"Dengan demikian, data tersebut dinyatakan benar dan akurat untuk dapat diolah menjadi tagihan rekening pelanggan," kata dia.

 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026