Bogor (ANTARA) - Pasca berakhirnya Kompetisi Liga 1 BRI Super League 2025-2026, perpindahan pemain langsung mengemuka. Banyak pemain bintang yang memilih pindah klub, namun ada juga yang mengisyaratkan tetap bertahan dengan penyesuaian nilai kontrak. 

Pun demikian posisi pelatih, sejumlah pelatih mengisyaratkan tetap bertahan menyelesaikan kontrak. Ada juga yang mempertimbangkan kontrak baru dengan tawaran dari klub lain. 

Namun lain halnya dengan Pelatih Persib Bojan Hodak yang menyatakan mengundurkan diri dari tim Maung Bandung kendati tim masih menghendakinya untuk musim depan. 

Keberhasilannya mempersembahkan tiga gelar juara Liga 1 secara beruntun alias hattrick juara menjadi salah satu pertimbangannya. 

Hodak memilih mundur pada saat posisinya masih di puncak bersama Persib. Tiga gelar yang dipersembhakannya merupakan catatan maksimal nan luar biasa sehingga menjadi waktu yang tepat bagi pelatih asal Serbia itu untuk meninggalkan tim itu. 

Ia memilih kembali ke klub Malaysia Kelantan FC, tim yang dibelanya saat menjadi pemain dan dilatihnya sebelum ke Persib Bandung. 

Posisinya di Persib digantikan pendampingnya selama ini Igor Tolic, untuk melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih kepala.

Pelatih Lokal

Yang menarik justeru peluant pelatih lokal untuk menjadi pelatih kepala  di Liga 1 2026-2027. Siapa saja yang akan memimpin tim bersaing dengan pelatih asing. 

Pada musim 2025-2026, tercatat hanya ada satu klub yang mempercayakan pelatih lokal sebagai pelatih kepala. Malut United mempercayakan posisi pelatih kepala ke Hendri Susilo. 

Pelatih asal Bukitinggi itu menjadi satu-satunya pelatih lokal yang menjadi pelatih kepala di Liga 1. 

Meski di perjalanan, kemudian hadir Imran Nahumaruri melatih Semen Padang FC menggantikan pelatih asing Dejan Antonic yang juga sebelumnya menggantikan Eduardo Almeida. 

Kemudian PSM juga memaksmalkan pelatih interim Ahmad Amiruddin hingga akhir kompetisi Liga 1 berakhir. Bedanya Imran gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi, sementara Ahmad Amiruddin bisa mengawal PSM tetap di Liga 1.

Sejauh ini penggunaan pelatih asing masih menjadi pilihan klub-klub. 

Bahkan PSS Sleman yang lolos promosi ke Liga 1 juga sudah memutuskan menggunakan jasa Pieter Huistra menjadi pelatih kepala di Liga 1. Meski demikian pelatih kepala musim 2025-2026 di Liga 2, Ansyari Lubis tetap ikut mendampingi tim. 

Di sisi lain, juara Liga 2, Garudayaksa FC masih belum mengumumkan pelatih baru, menyusul keputusan Widodo C Putro yang memilih menukangi PSIS Semarang berjuang di Liga 2. Widodo sendiri dijuluki spesialis pelatih yang meloloskan tim ke Liga 1.

Jadi sangat menarik ditunggu tim mana yang akan memberikan kesempatan pelatih lokal untuk memimpin klub di Liga 1 musim depan. 

Adapun alasan klub Liga 1 di Indonesia memilih pelatih asing salah satunya untuk penguatan filosofi taktik modern, dukungan lisensi kepelatihan tingkat tinggi dan memiliki kemampuan mengelola mentalitas tim. 

Selain itu kehadiran pelatih asing dinilai krusial untuk beradaptasi dengan regulasi liga yang mengizinkan banyak pemain asing di setiap klub. 

Sebagai perbandingan, berikut daftar pelatih klub Liga 1 BRI Super League 2025-2026 

Bali United - Johnny Jansen
Bhayangkara - Paul Munster
Borneo FC - Fabio Lefundes
Dewa United - Jan Olde Riekerink
Madura United - Angel Alfredo Vera
Malut United - Hendri Susilo
Persebaya - Eduardo Perez
Persib - Bojan Hodak 
Persija - Maurzio Souza
Persijap - Mario Lemos
Persik - Ong Kim Swe
Persis Solo - Milomir Seslija
Persita - Carlos Pena
PSBS Biak - Marcos Samso
PSIM - Jean Paul van Gastel
PSM - Bernardo Tavares
Semen Padang - Eduardo Almeida


 



Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026