Kota Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar) berupaya mengembangkan desain kebijakan kelurahan tangguh bencana melalui program hilirisasi penelitian yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
"Pengembangan desain kebijakan kelurahan tangguh bencana memiliki tantangan termasuk belum adanya regulasi operasional pengurangan resiko bencana di tingkat kelurahan, atau desa," kata Ketua Tim Peneliti dan Pengembang Desain Kebijakan Kelurahan Tangguh Bencana UNP Zikri Alhadi di Padang, Minggu.
Dosen UNP itu, mengatakan salah satu solusi dalam menghadapi tantangan tersebut, dengan melakukan hilirisasi kebijakan kelurahan tangguh bencana berbasis riset memperkuat kelembagaan dan partisipasi.
"Adapun tujuan dari program ini adalah membangun model kebijakan yang aplikatif, partisipatif, dan kontekstual," ujar dia.
Baca juga: Universitas Negeri Padang kerja sama dengan hotel di Kuala Lumpur
Baca juga: Mahasiswa Universitas Negeri Padang tanamkan nasionalisme pada anak-anak PMI di Malaysia
Baca juga: UNP gandeng puluhan perusahaan
Dalam upaya pengembangan desain kebijakan kelurahan tangguh bencana itu, pihak-pihak terkait telah melakukan diskusi kelompok terpumpun terkait uji pengembangan desain tersebut, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengikutsertakan tim peneliti, namun juga fasilitator nasional pengurangan risiko bencana serta kelompok siaga bencana beberapa kelurahan di Kota Padang.
Fasilitator Nasional Pengurangan Resiko Bencana Khalid Syaifullah menjelaskan kebijakan kelurahan tangguh bencana ditujukan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi para pihak yang berkepentingan.
Menurut dia, hal tersebut untuk mencapai tujuan pengurangan resiko bencana yakni dengan meningkatkan ketahanan serta mengurangi kerentanan.
Di sisi lain, pengembangan kebijakan kelurahan tangguh bencana mesti dimulai dengan membangun partisipasi aktif seluruh pihak dan memperkuat kelembagaan komunitas sebagai ujung tombak dalam memperkuat tata kelola risiko bencana.
