Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membentuk satuan tugas (satgas) pemberantasan narkoba yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah konkret menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Pembentukan satgas tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan narkoba yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, Kamis, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rudy Susmanto mengatakan satgas akan bekerja secara terintegrasi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Satgas ini terdiri dari Forkopimda, didukung para kiai, ulama, Majelis Ulama Indonesia, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, hingga forum kerukunan umat beragama,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan satgas lintas sektor tersebut merupakan upaya menyatukan seluruh kekuatan daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang.
Ia menegaskan, langkah ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga memperkuat penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.
“Ini adalah bagian dari investasi sumber daya manusia. Kita ingin menjaga generasi muda agar terbebas dari narkoba,” katanya.
Rudy juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing, baik melalui kanal resmi pemerintah daerah maupun secara langsung.
“Kami pastikan kerahasiaan pelapor akan dilindungi. Ini membutuhkan peran bersama seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kepala BNN Kabupaten Bogor Kombes Anggun Cahyono menambahkan, seluruh pemangku kebijakan yang hadir dalam rapat sepakat untuk memaksimalkan program P4GN di Kabupaten Bogor.
“Kami akan bergerak bersama dan all out dalam pencegahan serta pemberantasan narkoba sesuai harapan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebutkan pihaknya telah menginstruksikan jajaran hingga tingkat polsek untuk membuka kanal komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial dan layanan pengaduan.
Menurut dia, laporan masyarakat selama ini menjadi salah satu sumber utama dalam pengungkapan kasus narkoba di Kabupaten Bogor.
Baca juga: Bupati Bogor ajak warga berperan aktif laporkan peredaran narkoba
Baca juga: Obat keras jadi pemicu pelaku tawuran lebih percaya diri
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.