Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyebut keberadaan Jembatan Garuda di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi memiliki arti strategis bagi masyarakat setempat untuk memperkuat konektivitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Korem 051/Wijayakarta dan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi yang telah menghadirkan manfaat nyata melalui program Karya Bakti TNI AD," kata Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Bekasi Ani Gustini saat peresmian Jembatan Garuda di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat.
Ia mengatakan kehadiran jembatan ini dinilai mampu mempermudah mobilitas warga, mempercepat distribusi barang dan jasa serta membuka akses ekonomi masyarakat menjadi lebih luas.
Baca juga: DPRD Bogor kawal pembangunan Jembatan Garuda tepat sasaran dan berdampak bagi warga
Infrastruktur fisik ini turut membantu tugas pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan secara merata hingga wilayah desa dan pesisir agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah pesat perkembangan kawasan industri.
"Seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pelosok harus merasakan manfaat pembangunan secara adil dan berkelanjutan," katanya.
Ani mengajak masyarakat sekitar untuk ikut menjaga serta merawat Jembatan Garuda agar manfaat dari keberadaan fasilitas umum ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Semoga Jembatan Garuda ini menjadi penghubung kemajuan, kesejahteraan dan harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik," ucapnya.
Kasi Teritorial Korem 051/WKT Kolonel KAP Nanak Y mengatakan pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan yang menjadi instruksi langsung Presiden RI untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Baca juga: Pemkab Bekasi dan Kodim 0509 bangun Jembatan Garuda di Babelan
"Walaupun kecil namun jangan dilihat dari nilai kecilnya jembatan ini. Ini adalah harapan Bapak Presiden agar jembatan-jembatan yang dibutuhkan masyarakat bisa segera dibangun, baik untuk akses sekolah, belanja maupun kegiatan pertanian," katanya.
Menurut dia Jembatan Garuda menjadi salah satu contoh nyata pembangunan infrastruktur perintis yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Program pembangunan ini dipastikan akan dilanjutkan di sejumlah titik lain wilayah Kabupaten Bekasi.
"Ada beberapa pembangunan jembatan lain yang sedang berjalan, termasuk jembatan gantung sepanjang 40 meter dan 60 meter di sejumlah wilayah seperti Sungai CBL dan Cibarusah," katanya.
Baca juga: Jembatan Gantung Garuda permudah akses warga Serang Baru dan Setu Bekasi
Ia menjelaskan konsep jembatan perintis memang diperuntukkan bagi akses dasar masyarakat dengan kapasitas terbatas. Namun, khusus Jembatan Garuda, dimensi jembatan dibuat lebih lebar agar kendaraan dapat melintas untuk mendukung distribusi hasil pertanian warga.
"Alhamdulillah jembatan ini cukup lebar sehingga mobil bisa masuk untuk mengangkut hasil panen masyarakat agar lebih mudah didistribusikan ke pasar," ucapnya.
Kolonel Nanak juga menegaskan pemerintah akan terus mendengar aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.