Kota Bogor (ANTARA) - Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Kota Bogor Yantie Rachim membantu seorang anak putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan saat melakukan monitoring pelayanan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Kasus tersebut ditemukan Yantie saat meninjau Posyandu 6 SPM Bunga Harapan 2 di Kecamatan Bogor Timur. Dalam kunjungan itu, ia menerima laporan warga mengenai seorang anak bernama Anis yang putus sekolah karena terkendala biaya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Yantie langsung mengarahkan dan mengantar Anis ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Graha di Kelurahan Baranangsiang agar dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
“Saya bertemu dengan Anis, ibunya melaporkan kalau Anis itu putus sekolah karena alasan biaya. Jadi, dari posyandu bidang pelayanan pendidikan langsung diantar ke PKBM Graha Baranangsiang. Alhamdulillah, Anis akan mulai bersekolah kembali,” kata Yantie.
Baca juga: Dinkes Kota Bogor libatkan posyandu dalam upaya penanggulangan stunting
Baca juga: PKK Kota Bogor lakukan Posyandu keliling monitor kesehatan ibu dan anak
Menurut dia, Posyandu 6 SPM tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan sosial warga, termasuk pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Yantie melakukan peninjauan ke sejumlah posyandu di enam kecamatan di Kota Bogor, di antaranya Posyandu 6 SPM Bunga Harapan 2 di Kecamatan Bogor Timur dan Posyandu 6 SPM Mawar di Kecamatan Bogor Tengah.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026