Garut (ANTARA) - Sejumlah warga dari berbagai kalangan usia berkumpul di tengah lapangan untuk menyaksikan proses menerbangkan balon udara berukuran besar atau "ngapungken balon" sebagai tradisi masyarakat untuk memeriahkan Hari Raya Lebaran Kampung Panawuan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin.
Salah seorang pemuda Panawuan Perrwakilan Penyelenggara Tradisi "Ngapungkeun Balon" Dwi Azhar Ramdhani mengatakan kegiatan menerbangkan balon udara itu sudah menjadi tradisi masyarakat di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.
Tradisi menerbangkan balon itu terbagi di beberapa tempat dalam satu kampung yang digelar oleh masing-masing kelompok warga setempat.
Ia menyampaikan balon berukuran diameter sekitar 10 meter, dan tinggi sekitar 6 meter itu dibuat secara bersama-sama oleh warga dengan menggunakan bahan dari kertas minyak dengan lem aci.
Balon yang mampu dikerjakan selama dua hari tersebut, diterbangkan secara bebas dengan tenaga angin dari tungku api yang dipasang di bawahnya.
"Satu balon kurang lebih dua malam pengerjaannya, dikerjakan sama-sama, dari uang iuran warga," katanya.
Tradisi menerbangkan balon yang sudah berjalan sejak tahun 1980 itu tidak hanya sekadar hiburan, melainkan menjadi ajang untuk bersilaturahmi antarwarga setelah menunaikan Shalat Idul Fitri.
Baca juga: Pekalongan agendakan festival balon udara
Baca juga: Pj Bupati Banyumas harapkan Festival Balon Udara 2024 jadi agenda wisata tahunan
Baca juga: Merawat keindahan warna warni Festival Balon Udara di langit Wonosobo