Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut terus menggencarkan patroli memberantas aksi premanisme yang selama ini meresahkan masyarakat menjelang Hari Raya Lebaran untuk menciptakan rasa aman, tertib, dan nyaman di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Patroli ini sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2025," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Minggu.
Ia menuturkan, Polres Garut maupun jajaran polsek rutin melaksanakan patroli maupun tindakan cepat apabila ada laporan dari masyarakat terkait aksi premanisme yang mengganggu keamanan dan kenyamanan publik.
Adanya patroli itu, kata dia, tentunya menjadi harapan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas agar tenang, tanpa takut adanya aksi premanisme seperti pungutan liar maupun mabuk-mabukan.
"Diharapkan dengan kehadiran petugas di lapangan, baik masyarakat maupun pengunjung dapat beraktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir," katanya.
Baca juga: Puncak arus mudik lintas Limbangan sudah terjadi
Baca juga: Polisi sita 4.292 botol minuman keras ilegal di Garut
Ia menyampaikan selama patroli yang berlangsung Sabtu (29/3) dan saat ini Minggu telah berhasil menertibkan sekelompok orang yang mengkonsumsi minuman keras di sekitar Jalan Guntur tepatnya di depan Garut Plaza.
Keberadaan sekelompok berjumlah sembilan orang itu, kata dia, seringkali mengganggu ketertiban umum dan menjadi calo angkutan kota yang meresahkan.
"Sebagai tindakan preventif, sembilan orang yang terlibat dalam kejadian tersebut berhasil diamankan," katanya.
Kegiatan patroli di tempat lain yakni di kawasan Alun-Alun Garut yang menjadi pusat keramaian orang melakukan aktivitas bermain maupun untuk menikmati perkotaan Garut.
Baca juga: Polisi gerebek warung obat terlarang di Garut
Petugas yang melakukan patroli di tempat itu menemukan empat pemuda yang tengah berada dalam pengaruh alkohol yang kondisinya tidak stabil dan mengganggu ketertiban di sekitar Alun-alun.
"Petugas kemudian melakukan teguran tegas dan pembinaan terhadap pemuda tersebut untuk menghindari tindakan yang dapat meresahkan masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan secara keseluruhan dalam operasi pemberantasan premanisme itu berlangsung lancar di sejumlah daerah sehingga tercipta rasa aman dan nyaman selama masa libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriyah.
"Tindakan preventif ini diharapkan dapat menekan potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi selama periode libur Lebaran," katanya.***2***