Garut (ANTARA) - Ruang kelas SMPN 1 Peundeuy di Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ambruk pada Sabtu, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa karena sedang tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Kepala Polsek Singajaya Iptu Tatang Sukirman membenarkan bahwa ada ruang belajar SMPN 1 Peundeuy ambruk. Jajarannya sudah meninjau dan memastikan kondisinya terkendali, aman, dan tidak ada yang menjadi korban.
"Beruntung tidak ada korban jiwa karena siswa sedang libur sekolah," katanya.
Ia menuturkan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Baca juga: Bangunan SMKN 1 Gunung Putri roboh akibat hujan deras
Baca juga: Gubernur Jabar instruksikan seluruh kepala sekolah evaluasi sekolah rawan roboh
Cuaca ekstrem itu, kata dia, menjadi penyebab bangunan sekolah ambruk karena tidak mampu menahan beban material bangunan yang kondisinya sudah lapuk akibat faktor usia.
"Peristiwa terjadi diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk diperparah hujan deras pada hari-hari sebelumnya," kata Kapolsek.
Ia menyampaikan bahwa jajaran kepolisian, TNI, maupun dari pemerintah setempat mengecek langsung kondisi bangunan.
Aparatur gabungan, kata dia, juga sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area bangunan sekolah, begitu juga nanti siswa harus belajar di tempat yang aman.
"Imbauan kepada masyarakat agar menjauhi area bangunan dan tetap waspada mengingat cuaca hujan masih berpotensi memperburuk kondisi," katanya.
Baca juga: Tujuh siswa dievakuasi dari reruntuhan bangunan SMA 1 Ciampea dalam kondisi luka-luka
Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah ditangani instansi terkait untuk selanjutnya dilakukan langkah perbaikan agar ruang tersebut bisa kembali digunakan kegiatan belajar mengajar.
"Kami terus melakukan langkah mitigasi dan koordinasi lanjutan untuk penanganan bangunan serta rencana rehabilitasi," katanya.
