Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata melalui satuan kerja Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menjalin kerja sama dengan investor dari PT Terra SparX dan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq untuk memperkuat daya tarik wisata kebugaran dan agrowisata di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kawasan Parapuar kami harapkan menjadi magnet baru pariwisata Labuan Bajo dengan menawarkan keindahan alam perbukitan dan hutan," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (30/1), Hariyanto menekankan bahwa pengembangan destinasi harus berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur, diversifikasi produk wisata, serta pemenuhan rantai pasok pariwisata yang inklusif.
Baca juga: Wisata olahraga dikembangkan Kemenpar dan Kemenpora lewat kerja sama
Labuan Bajo dan Parapuar tidak hanya didorong sebagai destinasi unggulan, tetapi juga sebagai model pengembangan pariwisata nasional yang berdaya saing global.
Kerja sama BPOLBF dengan PT Terra SparX dalam pengembangan wisata kebugaran dan wisata olahraga di Lot M dan N Parapuar merupakan respons terhadap tren pariwisata berkualitas global yang diharapkan mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Dalam rencana investasinya, PT Terra SparX Indonesia akan mengembangkan sejumlah fasilitas, antara lain High Life Glamping sebagai akomodasi glamor berbasis alam terbuka, Ocean Club and Wellness yang dirancang sebagai klub pantai dan pusat kebugaran terpadu, serta Racquet Club sebagai fasilitas olahraga.
“Saya berharap pengembangannya dilakukan dengan konsep _low-impact_ agar tetap selaras dengan alam dan menjadi contoh destinasi hijau yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Menpar: Wisata kebugaran jadi kekuatan baru pariwisata Indonesia
Terkait kerja sama dengan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq, Hariyanto menilai kolaborasi ini penting untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan pertanian melalui pengembangan edu-agrowisata sekaligus penguatan rantai pasok lokal.
Sebelumnya, BPOLBF telah menjalin kerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq melalui program pendampingan usaha Pangan Floratama Academy, yang membuka peluang pengembangan kawasan agrowisata di Parapuar sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dalam kerja sama yang baru ini, Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq berencana memperluas usahanya ke kawasan Labuan Bajo melalui pengembangan konsep agrowisata yang terintegrasi dengan kebutuhan sektor pariwisata.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung menekankan kerja sama itu bukan sekadar tahapan administratif, melainkan landasan awal kolaborasi strategis untuk mendorong pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca juga: Wisata kebugaran Jateng-DIY dipromosikan ke Singapura
“Status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, pembangunan pariwisata harus berfokus pada kualitas destinasi, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal,” ujar Andhy.
Kerja sama dengan PT Terra SparX sejalan dengan pengembangan kawasan Parapuar sebagai kawasan hijau berbasis _wellness_ dan gaya hidup sehat, sekaligus menghadirkan daya tarik baru bagi Labuan Bajo.
Sementara itu, kolaborasi dengan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan agrowisata dan integrasi rantai pasok lokal.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap produksi pangan lokal dapat meningkat, peluang usaha masyarakat terbuka, serta kebutuhan sektor pariwisata dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Andhy.
Pewarta: Hreeloita Dharma ShantiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.