Bekasi (ANTARA) - Pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Bekasi, Jawa Barat, Summarecon Mal Bekasi (SMB) berevolusi menyajikan destinasi gaya hidup masyarakat urban sebagai respons tren perkembangan lanskap ritel Indonesia yang tak lagi semata berbicara soal transaksi jual beli.
Sebagaimana disampaikan Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat yang menyebut industri ritel ke depan justru semakin menegaskan peran sebagai ruang sosial, rekreasi dan gaya hidup masyarakat urban.
"Ritel urban area masih berkembang dan tetap ekspansi di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan, tapi bentuknya sudah berbeda. Format dan fungsinya mengalami pergeseran signifikan. Fokusnya bukan lagi full physical ritel seperti dulu," ujarnya.
Ia mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama transformasi ini, mengingat aktivitas belanja yang efisien dan ekonomis kini banyak dilakukan secara daring.
"Bukan berarti ritel sudah jenuh. Tapi sekarang orang tidak merasa perlu datang ke mal hanya untuk beli barang. Yang dicari justru tempat untuk hangout, berinteraksi dan mendapatkan pengalaman," ucapnya.
Baca juga: "Fantasi Park" hadir di Summarecon Bekasi dengan kreasi seni instalasi cahaya
Menurut dia faktor tersebut yang mendorong perkembangan konsep lifestyle ritel di mana mal dan pusat komersial beralih fungsi menjadi ruang interaksi sosial. Konsep seperti alfresco dining yang sebelumnya hadir dalam skala kecil, kini berevolusi menjadi lebih besar dan terintegrasi.
Syarifah menilai tren ini sangat dipengaruhi oleh pendekatan perilaku masyarakat urban. Rutinitas kerja yang padat membuat masyarakat kota membutuhkan ruang untuk refreshment dan healing.
Salah satu tren paling menonjol adalah masuknya konsep wellness ke dalam ruang ritel. Kesehatan kini tidak lagi sekadar kebutuhan melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup urban.
"Healthcare is a new lifestyle. Mal dan pusat ritrl kini mulai diisi oleh spa, studio yoga, pilates, pickleball, bowling hingga kelas senam dan aktivitas kebugaran lainnya," ucap dia.
Selain wellness, hobi dan leisure juga menjadi penetration point baru bagi pengembangan ritel. Kehadiran ruang untuk komunitas, olahraga dan aktivitas minat khusus menjadikan ritel sebagai pusat aktivitas sosial, bukan sekadar destinasi belanja.
Baca juga: Kini layanan sewa motor listrik hadir di Summarecon Mall Bekasi
Mengacu data riset 2026 BCA Indonesia Economic Outlook, konsumsi rumah tangga Indonesia diproyeksikan tetap resilien berkat dukungan kebijakan, namun sisi struktural dan ketidakpastian global membuat konsumen semakin selektif, mendorong strategi ‘value for money’, promosi lebih presisi dan format ritel yang menekankan pengalaman.
Menjawab tren tersebut, Summarecon Mal Bekasi Phase 2 akan resmi dibuka pada 4 Februari mendatang. Terintegrasi secara seamless dengan SMB Tahap 1 melalui Lobby The Oval, pengembangan ini menghadirkan konsep One-Stop Solution dengan semangat Workout, Shop, Eat, Repeat.
SMB Phase 2 dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup urban mulai dari keluarga, profesional muda hingga komunitas aktif. Dari sisi konsep dan tenant, hadir dengan desain interior lebih modern serta tenant lifestyle, sporty dan F&B unggulan.
Sejumlah brand fashion seperti Coach, Christy Ng, Maison Margiela dan sejalan dengan tema wellness hadir untuk pertama kali di Bekasi brand seperti HOKA, Anta, Salomon, hingga Sports Direct.
Melengkapi pilihan ritel, sementara deretan kuliner seperti Teras Plataran, Hotspot by Haidilao dan Strada Coffee turut memperkuat posisi SMB sebagai destinasi hangout dan social hub di Bekasi.
Keunikan SMB Phase 2 semakin diperkuat dengan kehadiran rooftop Sport & Wellness center bernama Wellground yang menawarkan fasilitas olahraga dan relaksasi lengkap. Mulai dari kolam renang Olympic Size, berbagai lapangan olahraga indoor, gym premium NXT FIT hingga Juvia Wellness & Spa.
Pengunjung dapat berolahraga sekaligus menikmati waktu santai dalam satu kawasan, menjadikan SMB Phase 2 sebagai destinasi gaya hidup sehat terlengkap di Bekasi.(KR-PRA).
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.