Cianjur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Jawa Barat, memperkirakan penumpang kereta api Siliwangi jurusan dari Stasiun Sukabumi di Kota Sukabumi menuju Stasiun Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, via Stasiun Cianjur, Kabupaten Cianjur,  mengalami peningkatan menjelang libur akhir tahun hingga awal tahun 2027.

"Sebagian besar peningkatan jumlah penumpang KA Siliwangi terjadi saat akhir pekan, dimana jumlah penumpang dapat mencapai 500 sampai 600 orang dan saat libur panjang akhir tahun diperkirakan dapat mencapai 700 orang per hari," kata Humas Daop 2 Jabar Kuswardoyo saat dihubungi dari Cianjur, Minggu. 

KA Siliwangi adalah kereta api ekonomi lokal Sukabumi Cianjur Cipatat pp via Gandasoli, Cireungas, Lampegan, Cibeber, Cianjur, Ciranjang, dan Cipeuyeum. 

Harga tiket KA Siliwangi Sukabumi Cianjur sebesar Rp 3.000/penumpang, Sukabumi Cipatat pp Rp 5.000/penumpang, dan Cianjur Cipatat pp Rp 2.000/orang.

PT KAI menyiagakan 154 petugas untuk menjaga sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur kereta selama cuaca ekstrem termasuk di Kabupaten Cianjur yang harus diwaspadai agar tidak menghambat perjalanan kereta.

Kuswardoyo mengatakan penempatan ratusan petugas di 53 titik rawan bencana termasuk di wilayah Cianjur yang dilintasi KA Siliwangi, sebagai upaya antisipasi dan penanganan cepat ketika terjadi bencana alam yang dapat menghambat perjalanan kereta api.

"Untuk wilayah Cianjur terdapat sejumlah titik rawan atau pantauan terjadinya bencana alam termasuk genangan air yang dapat menghambat dan mengganggu perjalanan kereta di Kecamatan Cibeber, sehingga ditempatkan sejumlah petugas guna melakukan penanganan," katanya.

 

 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026