Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat pohon tumbang akibat cuaca ekstrem melanda lima desa di Kecamatan Haurwangi, tidak ada korban jiwa atau rumah rusak namun penanganan terhambat karena ukuran pohon cukup besar.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Minggu, mengatakan pohon tumbang berukuran besar terjadi di Desa Haurwangi, Sukatani, Ramasari, Kertasari, dan Cipeuyeum, akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Sabtu petang.
Sehingga penanganan bersama petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan baru dapat dilakukan pada Minggu pagi, karena hujan deras masih terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
"Rata-rata di satu desa terdapat dua sampai tiga titik pohon besar tumbang, sehingga penanganan dilakukan bersama puluhan petugas gabungan yang disebar ke lima desa," katanya.
Baca juga: Pohon tumbang tutup akses jalan tiga kecamatan di OKU Timur Sumatera Selatan
Sebagian besar pohon tumbang terjadi area kosong jauh dari perkampungan sehingga hanya menutup landasan jalan penghubung antar desa dan salah satunya menutup jalur utama Bandung-Cianjur di Desa Cipeuyeum.
Upaya penanganan cepat ditargetkan tuntas pada Minggu petang, sedangkan pohon yang menutup akses jalan di lima desa pada Minggu siang sudah dapat dilalui secara bergantian agar aktifitas warga tidak terhambat.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintas di jalur utama Cianjur terutama pada petang dan malam hari karena hujan deras disertai angin kencang kerap terjadi pada waktu tersebut.
Baca juga: Lalu lintas Cianjur-Bogor terhadang pohon tumbang yang tewaskan seorang pengendara
"Sudah hampir satu pekan hujan deras disertai angin kencang terjadi pada petang hingga malam dengan intensitas tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam," katanya.
Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya menyiagakan seluruh petugas dan 360 Relawan Tangguh Bencana (Retana) guna mengawasi, melaporkan, dan melakukan tindakan cepat ketika terjadi bencana termasuk evakuasi warga.
Pewarta: Ahmad FikriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026