Banjarmasin (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memberikan perhatian serius terhadap penyebaran tinggi kasus HIV/AIDS.
Sekretaris MUI Kota Banjarmasin KH Muhlidi Sulaiman di Banjarmasin, Senin, menyampaikan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kota Banjarmasin 2026 turut menyoroti masalah penyakit sulit disembuhkan tersebut.
"Segala permasalahan sosial kita bahas bersama termasuk kasus HIV dan AIDS yang makin tinggi penyebarannya di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Dia menyampaikan, seluruh komisi MUI Banjarmasin menyusun program kegiatan untuk tahun 2026 yang bersinergi dengan pemerintah kota untuk menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.
Baca juga: Kukar gencar kampanye cegah penularan HIV/AIDS 2030
Selain tugas MUI untuk menguatkan akidah umat, kata Muhlidi, juga berperan untuk ikut mengatasi masalah sosial yang membuat kemudharatan besar seperti penyebaran HIV/AIDS akibat pergaulan seks bebas dan lainnya.
Sekretaris MUI Kalsel Nasrullah juga menyampaikan harus ada rekomendasi dari MUI Kota Banjarmasin pada Rakerda 2026 ini kepada pemerintah kota setempat untuk mengatasi masalah penyakit masyarakat diantaranya narkoba dan HIV/AIDS.
Bahkan secara keras dia menyampaikan harus ada evaluasi terhadap banyaknya hiburan malam di Kota Banjarmasin untuk mengatasi tingginya penyalahgunaan narkoba hingga tingginya penyebaran HIV-AIDS.
Baca juga: Papua rangkul guru hingga tokoh agama tekan kasus HIV/AIDS
Ketua MUI Kota Banjarmasin Habib Ali Khaidir Al-Kaff menyampaikan Rakerda ini dipastikan merespon berbagai isu yang berkembang di masyarakat saat ini, tidak hanya masalah penyelamatan akidah umat dari ajaran dan aliran yang menyimpan, namun juga permasalahan sosial masyarakat lainnya.
Dia menyampaikan, program MUI Kota Banjarmasin harus sinkron dengan MUI provinsi dan pusat, termasuk juga dengan pemerintah kota untuk bersama mengatasi permasalahan-permasalahan di masyarakat, termasuk masalah tingginya penyebaran HIV/AIDS.
"Kita bersama merumuskan langkah-langkah strategis untuk kedepannya, demi mendukung Banjarmasin Maju Sejahtera," ujarnya.
Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan MUI selama ini untuk ikut mengatasi berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.
Baca juga: Kaltim deteksi 1.018 kasus HIV baru pada 2025
Menurut dia, peran ulama tidak bisa dinafikan dalam kemajuan pembangunan Kota Banjarmasin menuju arah lebih baik dan penuh berkah, apalagi dalam mengatasi masalah sosial.
Pemkot Banjarmasin terus berupaya mengatasi masalah tingginya angka penyebaran HIV/AIDS dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk MUI Kota Banjarmasin.
Sebagaimana data yang disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalsel pada 2025 angka kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Kalsel mencapai 632 kasus dengan kasus tertinggi di Kota Banjarmasin sebanyak 219 kasus.
