Lombok Tengah (ANTARA) - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Mandalika Art Performance atau sebuah atraksi seni dalam mengoptimalkan aktivitas wisata berbasis budaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kegiatan ini menyuguhkan sebuah pengalaman baru kepada wisatawan dan masyarakat," kata PGS General Manager The Mandalika Agus Setiawan di Lombok Tengah, Minggu.
Mandalika Art Performance menampilkan beragam pertunjukan seni khas Lombok, mulai dari Tari Gandrung, Tari Beriuk Tinjal, Gending Sasak, Cilokak Ensemble, hingga Tari Gendang dan Peresean yang jadi daya tarik bagi wisatawan.
"Program ini menjadi bentuk uji coba aktivasi kawasan berbasis budaya, dan sekaligus sebagai pijakan awal dalam memperkaya pengalaman berwisata di The Mandalika, yang tak cuma menyajikan pesona keindahan alam dan event olahraga saja, tetapi juga melalui kekayaan seni budaya masyarakat Sasak," katanya.
Baca juga: Kunjungan wisatawan di 2025 capai 1,4 juta orang
Baca juga: Pameran budaya perkaya gelaran wisata MotoGP Mandalika
Ia mengatakan ini adalah langkah awal dari upaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup di kawasan The Mandalika.
"Kami ingin melihat bagaimana aktivasi berbasis seni dan budaya ini dapat menarik wisatawan, menghidupkan area Bazaar Mandalika, sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk tampil,” ujarnya.
Pertunjukan ini melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku budaya dari Desa Kuta, termasuk sanggar seni lokal, Karang Taruna, serta anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC).
Anak-anak binaan ITDC tersebut difasilitasi mengikuti pelatihan tari bersama sanggar lokal sebelum tampil di acara ini. Keterlibatan mereka menghadirkan nuansa yang lebih autentik sekaligus mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sasak.
Selain menjadi sarana hiburan bagi wisatawan, gelaran ini juga diharap bisa berdampak langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Bazaar Mandalika. Sebab, aktivasi ini ikut meningkatkan kunjungan ke area komersial, terutama di luar periode event besar.
Baca juga: Zona timur KEK Mandalika NTB dihijaukan tanaman mangrove
“Kami ingin melihat bagaimana seni dan budaya dapat menjadi pemantik interaksi di kawasan. Hari ini adalah kesempatan bagi kami untuk belajar, mengevaluasi, dan melihat potensi ke depan,” tambah Agus.
Dalam perspektif ESG ITDC, Mandalika Art Performance mencerminkan praktik Cultural Guardianship, yaitu pendekatan pengembangan kawasan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai penjaga sekaligus penggerak nilai-nilai budaya.
Agus menilai bahwa ruang kolaborasi yang tercipta melalui Mandalika Art Performance tidak hanya dihadirkan sebagai bagian dari atraksi wisata, tetapi juga sebagai ekspresi budaya yang hidup, tumbuh, dan diwariskan oleh generasi setempat.
Ia menambahkan, antusiasme wisatawan yang memenuhi area The Mandalika saat gelaran menunjukkan kuatnya karakter budaya Lombok sebagai daya tarik kawasan.
“Kami berharap penyelenggaraan ini dapat menjadi momentum bagi The Mandalika untuk menampilkan identitas kawasan yang lebih beragam serta memperkuat peran budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata yang kami tawarkan kepada publik,” katanya.
