Batam (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengatakan Kota Batam di Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan peluang dan situasi ekonomi Singapura untuk menjadikan kota itu sebagai magnet belanja dan pariwisata.
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengatakan di tengah penguatan dolar Singapura dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor teknologi dan keuangan, Batam justru mencatat peningkatan kunjungan wisatawan asal Singapura.
“Singapura memang dalam situasi seperti itu, tapi Alhamdulillah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Batam justru naik. Desember kemarin kami optimistis melampaui target 1,5 juta wisman,” kata Ardiwinata saat dihubungi di Batam, Minggu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman Singapura ke Batam pada 2025 menunjukkan tren positif, dimana secara tahunan meningkat 10 ribu wisman.
Pada September 2025 tercatat sekitar 63 ribu kunjungan, Oktober 67 ribu, dan November sebanyak 65 ribu. Angka itu, menurut dia, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024, yang masing-masing berada di kisaran 52 ribu pada September, 53 ribu pada Oktober, dan 58 ribu pada November.
Pemkot Batam, lanjut Ardiwinata, memaksimalkan sektor belanja dan ekonomi kreatif untuk menangkap peluang tersebut. Produk usaha mikro kecil (UKM) lokal, khususnya fesyen dan kuliner, terus didorong agar siap memenuhi permintaan wisatawan Singapura.
“Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Batam kami siapkan sebagai sentral ekonomi kreatif. Produk fesyen dan kuliner kita dorong, dengan penguatan kualitas, merek, dan kemasan,” ujar dia.
Koordinasi juga dilakukan dengan pelaku usaha perjalanan dan asosiasi pariwisata seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI) agar peluang pasar Singapura bisa dimanfaatkan maksimal.
Menurut Ardiwinata, wisatawan Singapura cenderung tertarik pada produk kuliner Nusantara.
“Mereka sangat mencari kuliner Nusantara, seperti nasi Padang, ayam penyet. Kalau wisman India juga mencari seperti nasi kebuli. Ibu-ibu Singapura selalu mencari snek dan kerupuk khas Batam dan makanan kemasan,” katanya.
Selain belanja dan kuliner, Batam juga memperkuat daya tarik wisata religi, serta didukung perbaikan infrastruktur. Kehadiran Gold Coast Terminal Ferry dan peningkatan konektivitas penerbangan dinilai juga menjadi faktor pendorong.
“Masjid Agung di Batam Center mulai menjadi salah satu kunjungan wisman. Infrastruktur di Batam juga sudah semakin mantap dengan konektivitas udara dan laut yang terus meningkat,” katanya.
Untuk 2026, Ardiwinata mengatakan Pemkot Batam menargetkan 1,75 juta kunjungan wisman.
Baca juga: Pemerintah promosikan wisata Kepulauan Riau
Baca juga: Disbudpar sebut wisata olahraga golf di Batam tarik wisatawan mancanegara
