Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat.
"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Untuk itu, di RDF Rorotan, kata Asep, saat ini telah terpasang empat unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer), meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar.
Baca juga: Pengelolaan sampah di Jakarta Utara harus lebih baik dibandingkan RDF Rorotan
Baca juga: DLH minta warga tak khawatirkan RDF Plant Rorotan
Selain mesin "deodorizer", lanjut Asep, fasilitas RDF Plant Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.
Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone), sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.
Asep mengatakan bahwa sistem ini diperkuat dengan dua unit "wet scrubber" tahap kedua, dua unit pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), dua unit filter karbon aktif, delapan unit kipas mekanis industri (induced draft fan), serta dua unit cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman dan terkendali.
Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.
"Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB)," katanya.
Baca juga: RDF Plant Rorotan siap beroperasi tahun ini dengan sejumlah penyempurnaan
Dengan pengawasan ini, katanya, ia ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas.
"Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman dan bertanggung jawab," katanya.
Hal itu, tambahnya, agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah.
Pewarta: Khaerul IzanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026