Palu (ANTARA) - Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) bersama Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.
Dekan Fakultas Kehutanan Untad Prof. Yusran di Palu, Minggu, mengatakan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) untuk memperkuat kemitraan yang selama ini telah terjalin antara Fakultas Kehutanan Untad dan ROA Sulteng.
“MoU ini mempertegas kemitraan yang sebelumnya sudah berjalan. Sejak awal, dosen dan mahasiswa kehutanan Untad telah terlibat dalam berbagai kegiatan ROA, mulai dari kajian spesies, penyusunan rencana strategis, hingga aksi penanaman pohon di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan kerja sama tersebut untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah yang semakin kompleks, melalui pengembangan riset berbasis tapak, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan dan bentang alam secara berkelanjutan.
Baca juga: Universitas Tadulako Palu Sulsel sesuaikan tarif layanan akademik
Baca juga: Untad bentuk kelompok studi kajian purifikasi produk hukum
Baca juga: Universitas Tadulako percepat lulusan masuki dunia kerja
Kolaborasi ini, kata dia, memfokuskan kegiatan pada isu-isu strategis, antara lain perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan Untad akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan bersama ROA Sulteng, seperti program magang kampus berdampak, penelitian partisipatif, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Sementara itu, Direktur ROA Sulteng Moch. Subarkah menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat praktik pendampingan masyarakat dengan dukungan keilmuan dan riset akademik.
“Kehadiran mahasiswa dan dosen di lokasi dampingan akan memperkaya proses pendampingan, sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan hutan dan bentang alam yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia melanjutkan melalui kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta berkontribusi pada keberlanjutan
