Mukomuko (ANTARA) - Dinas KesehatanKabupaten Mukomuko, Bengkulu, memperkuat langkah penelitian epidemiologi untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang mulai menulari sejumlah warga di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Mukomuko Hamdan di Mukomuko, Minggu, mengatakan delapan warga telah dinyatakan positif DBD selama satu bulan terakhir.
“Untuk mencegah penyebaran DBD, kami melakukan tiga langkah utama, yaitu penelitian epidemiologi, pembagian larvasida, dan pengasapan di delapan lokasi yang terdapat kasus DBD,” kata dia.
Ia mengatakan upaya pencegahan tersebut dilakukan serentak melalui 17 puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan di daerah setempat.
Dia menjelaskan penelitian epidemiologi menjadi langkah penting dalam memetakan sumber dan pola penyebaran penyakit di masyarakat.
Melalui PE, ia mengatakan, tim dapat mengetahui titik-titik penularan dan melakukan tindak lanjut dengan cepat. Petugas juga melakukan pembasmian larva nyamuk Aedes aegypti untuk mengendalikan vektor penular DBD.
Berdasarkan data Dinkes, delapan kasus DBD pada September terdiri atas dua perempuan dan enam laki-laki, dengan sebaran empat kasus di Kecamatan Ipuh, dua di Air Rami, serta masing-masing satu di Air Dikit dan Sungai Rumbai. Dari sisi usia, satu kasus terjadi pada anak-anak, enam pada usia produktif (15–44 tahun), dan satu pada warga berusia di atas 44 tahun.
Baca juga: Kasus DBD di Jakbar jadi yang tertinggi di DKI Jakarta
Baca juga: Dinkes Kota Madiun ingatkan warga giatkan kembali lakukan 3M plus cegah DBD
