Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta seluruh pengelola destinasi wisata di daerah itu untuk memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kenyamanan pengunjung menjelang libur panjang Lebaran.

Kepala Dispar Rejang Lebong Riki Irawan di Rejang Lebong, Rabu, menyatakan langkah antisipasi ini dilakukan guna menghadapi potensi lonjakan wisatawan yang sering terjadi pada masa liburan hari besar keagamaan.

"Minggu depan kami akan kembali mengingatkan seluruh pengelola tempat wisata sebagai bentuk persiapan khusus menyambut liburan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah," kata dia.

Dia menjelaskan aspek keamanan dan keselamatan bagi para pelancong menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, para pengelola diminta memastikan seluruh protokol operasional berjalan dengan optimal di lapangan.

Baca juga: TNKS lengkapi sarana dan prasarana pendukung wisata Hutan Madapi di Rejang Lebong
Baca juga: Dispar Rejang Lebong optimalkan pemanfaatan potensi hutan kota sebagai destinasi wisata favorit

Selain aspek keselamatan di lokasi wisata, pihaknya juga menyoroti manajemen lalu lintas di sekitar area destinasi.

Pengelola diwajibkan melakukan pengaturan arus kendaraan dan penyediaan kantong parkir tambahan guna mencegah terjadinya kemacetan lalulintas.

"Kami mengingatkan soal SOP keselamatan dan kenyamanan, termasuk penambahan titik parkir. Jangan sampai kendaraan pengunjung mengganggu jalan utama dan menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi wisata," katanya.

Terkait dengan objek wisata yang dikelola langsung Pemkab Rejang Lebong, pihaknya mengaku telah memberikan instruksi khusus untuk melakukan penataan fasilitas dan layanan.

Baca juga: 99 obyek wisata jadi modal besar Rejang Lebong tingkatkan PAD sektor Pariwisata

"Untuk wisata milik pemkab, saya sudah instruksikan pengelola agar melakukan penataan dengan baik sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di sana," katanya.

Guna memperkuat pengamanan di lapangan, Dispar Rejang Lebong juga akan melakukan koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait, seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Koordinasi tersebut bertujuan menyiagakan personel serta peralatan penyelamatan di lokasi-lokasi strategis destinasi wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sebagai langkah preventif terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026