Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Program wakaf energi Yayasan Pesantren Islam Al Azhar dan sedekah energi dari Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) bersinergi memperkuat aksi iklim melalui percepatan transisi energi nasional dengan pendekatan berbasis ekoteologi.

Sinergi ini sekaligus upaya mendorong keterlibatan publik mencapai target 100 gigawatt energi terbarukan di Indonesia, suatu inisiatif integrasi program filantropi Islam yang resmi diluncurkan melalui Gala Iftar di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang melalui acara "Nyala Ramadhan".

"Saya menyambut baik inisiatif ini karena penting untuk menguatkan inisiatif publik dan juga rumah ibadah dalam mewujudkan target Indonesia untuk bisa mencapai 100 gigawatt energi baru terbarukan," kata Menteri Agama KH Nasaruddin Umar dalam pidato kuncinya dalam acara itu di Cikarang, Rabu.

Menurut dia, program yang mengubah sinar matahari menjadi energi bersih untuk menghidupkan masjid dan fasilitas sosial tersebut merupakan aset produktif yang hasilnya untuk mendukung dakwah pendidikan maupun layanan sosial secara berkelanjutan.

"Wakaf energi mengingatkan teladan sahabat Nabi SAW, Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur dan kebun kurma. Dulu ia wakaf untuk kedaulatan air. Kita dengan wakaf energi ikhtiar untuk kedaulatan energi," ucap dia.

Pendekatan ekoteologi merupakan konsep yang memadukan ajaran agama dengan tanggung jawab pelestarian alam. Peluncuran inisiatif ini menjadi salah satu simbol kebangkitan gerakan umat untuk lingkungan.

Di tengah krisis iklim global, masjid kini didorong untuk mengambil peran strategis bukan hanya sekadar sentra ibadah melainkan juga sebagai pusat edukasi, inspirasi dan aksi nyata dalam penggunaan energi bersih.

Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur memasukkan koin sebagai tanda dimulai sinergi berbagai pihak dalam mendorong program solarisasi yang berlangsung di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur menyoroti pentingnya kolaborasi banyak pihak untuk mengampanyekan program ini.

"Sedekah energi ini perlu dikampanyekan kepada para muzaki, wakif dan orang-orang yang dermawan. Bahwa hari ini bisa sedekah energi, tidak hanya dalam bentuk bangunan. Kuncinya kita harus berkolaborasi dan masjid menjadi simbol bahwa kekuatan masyarakat itu ada pada sinergi," katanya.

Sedekah Energi inisiasi MOSAIC sebelumnya telah menggerakkan lebih dari 21.000 donatur untuk mendanai solarisasi di enam lokasi masjid Indonesia dan menghasilkan daya 23.525 WP dari panel surya yang terpasang dengan pengelolaan langsung dari anggota komunitas masjid setempat.

Direktur Program MOSAIC Aldy Permana menyampaikan optimisme terhadap sinergi dengan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, terlebih rintisan program ini turut membuktikan tinggi kepedulian masyarakat terhadap isu iklim.

"Dengan diintegrasikan bersama Wakaf Energi, kami berupaya menciptakan model pembiayaan hijau berbasis umat yang berskala jauh lebih besar, lebih transparan dan mampu mereplikasi solarisasi secara lebih masif di Indonesia," katanya.

Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Zahrudin Sulthani menjelaskan pemanfaatan energi matahari dianjurkan dalam Islam.

"Dalam Islam bahkan dianjurkan menggali energi untuk kemanfaatan manusia. Ini tantangan Al Quran kepada kita semua. Oleh karena itu kita perlu sama-sama memanfaatkan energi matahari untuk solarisasi masjid-masjid untuk hemat energi listrik," ujarnya.

YPI Al Azhar juga menyampaikan komitmen mengawal gerakan ini secara luas sekaligus memastikan pengelolaan dana umat secara transparan serta sesuai prinsip syariah, memastikan dampak program terukur, berkelanjutan maupun memperluas model ini untuk diterapkan di lebih banyak masjid dan lembaga pendidikan dalam naungan yayasan.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan kementerian, lembaga ziswaf, sektor swasta, akademisi, dan media ini juga berupaya menjaring partisipasi serta komitmen langsung dari berbagai pihak yang hadir untuk mendanai proyek-proyek solarisasi masjid di berbagai daerah.

Masjid Nurul Iman di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir di penghujung tahun lalu akan menjadi lokasi proyek percontohan perdana mewujudkan sinergi dari kedua program ini.

Mengambil momentum Ramadhan yang sarat semangat berbagi, masyarakat diundang untuk bersama-sama meluaskan manfaat dari inisiatif ini dengan memberikan dukungan yang dapat disalurkan melalui www.wakafenergi.id. Inisiatif ini diharapkan memicu gelombang transisi energi berbasis umat yang lebih besar di masa depan.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026