Jakarta (ANTARA) - Xpeng Indonesia sedang mengkaji peluang untuk memasarkan sedan listrik Xpeng P7 versi setir kanan di Indonesia.
VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto mengatakan bahwa perusahaan mempelajari tanggapan konsumen Indonesia terhadap Xpeng P7.
"Willingness to buy-nya bagus. Respons terhadap desain dan fitur juga sesuai ekspektasi," kata Hari dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan, tantangan utama menghadirkan sedan listrik Xpeng P7 di Indonesia ada pada ketersediaan mobil versi setir kanan.
Hari mengatakan bahwa konversi mobil setir kiri ke setir kanan memerlukan waktu.
Selain itu, menurut dia, pasar otomotif Indonesia masih didominasi model SUV dan MPV, yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap penjualan kendaraan di Indonesia.
Baca juga: Xpeng berhasil raih tiga penghargaan sekaligus di pameran IIMS 2026
Baca juga: XPENG pamerkan teknologi AI untuk mobilitas masa depan
Baca juga: Xpeng lampaui target penjualan 2025 dua bulan sebelum akhir tahun
Hari mengemukakan bahwa perusahaan mempertimbangkan kondisi pasar dalam menentukan model mobil baru yang akan dibawa ke pasar Indonesia.
"Kapasitas produksi kami terbatas, jadi harus memilih model yang paling sesuai dengan karakter pasar Indonesia," katanya.
Xpeng juga mempertimbangkan kemungkinan untuk menghadirkan mobil dalam bentuk kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) atau dalam bentuk komponen (Completely Knocked Down/CKD) dan dirakit di fasilitas lokal.
Opsi CKD dinilai lebih menguntungkan karena memungkinkan perusahaan memanfaatkan insentif pemerintah dan mengefisienkan biaya produksi.
Perusahaan menilai peluang untuk membawa P7 ke pasar Indonesia sembari menunggu kesiapan untuk memproduksi mobil versi setir kanan dan melihat perkembangan pasar sedan listrik di Indonesia.
"Memang melihat karakter pasar Indonesia. Nah ini yang tentunya menjadi pertimbangan kami untuk membawa mobil-mobil baru gitu," kata Hari.
