Bogor (ANTARA) - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melakukan pertemuan dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat Darwisman dalam rangka menjalin kerja sama strategis dalam memajukan ekonomi daerah pada 3 Maret 2026 lalu di Kantor OJK Jalan Dago Kota Bandung, Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut Ayep Zaki mengungkapkan tekadnya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kota yang saat ini berada di angka 5,32 persen menjadi 8 persen dengan penguatan ekosistem perekonomian dan perluasan akses keuangan daerah.
Salah satu tantangan utamanya adalah ketimpangan antara tingginya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai lebih dari Rp10 triliun, dengan rendahnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masih berada di peringkat 25 di Jawa Barat.
“Potensi dana kota Sukabumi sangat besar, tetapi penyalurannya masih rendah. Ini yang akan kita dorong bersama OJK agar kredit tumbuh dan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” tegas Ayep Zaki.
Saat ini Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan penguatan komunikasi terkait inovasi pembiayaan melalui program dana kebajikan, pengelolaan wakaf produktif, serta skema Qordhul Hasan.
Kepala OJK Jawa Barat menilai program–program yang dipaparkan wali kota sudah tepat sasaran, karena menginkubasi pelaku usaha di tingkat masyarakat bawah, sekaligus memberikan jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan hingga mereka siap untuk mengakses skema pembiayaan super mikro dari perbankan.
Selain itu, OJK melihat Kota Sukabumi yang memiliki lebih dari 55.000 UMKM, baru sekitar 23.000 yang tersentuh pembiayaan perbankan, ini merupakan potensi ekonomi yang sangat besar.
“Ini menunjukkan adanya ruang yang masih sangat besar bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan. Kita akan dorong peran perbankan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) membangun ekosistem pembiayaan yang lebih kuat dan terintegrasi,” ujar Darwisman.
