Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyasar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebagai lokasi penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan penguatan literasi keuangan penting agar nelayan tidak hanya fokus pada hasil tangkapan, namun mampu mengelola pendapatan secara lebih terencana.
“Kami ingin nelayan mampu merencanakan, mengelola, dan memanfaatkan pendapatan secara terencana,” kata dia saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis.
Melalui program tersebut, kata dia, OJK mendorong peningkatan akses sekaligus pemahaman nelayan terhadap layanan keuangan formal yang legal.
Menurut dia, pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal secara tepat dapat membantu nelayan mengembangkan usaha serta menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
Baca juga: Pemkot Sukabumi dan OJK kolaborasi Majukan ekonomi daerah
Ia menuturkan dengan perencanaan keuangan yang bijak, kesejahteraan keluarga nelayan dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kegiatan literasi keuangan tersebut sudah dilaksanakan di KNMP Gebang Mekar pada awal Maret 2026, yang merupakan kawasan perikanan berbasis potensi lokal,” katanya.
Ia menyampaikan Desa Gebang Mekar termasuk dalam program KNMP, yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP).
Program tersebut, lanjut dia, diarahkan untuk memperkuat kawasan perikanan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami menilai dengan jumlah rumah tangga nelayan aktif yang cukup besar serta dominasi aktivitas perikanan tangkap, desa tersebut memiliki peran strategis dalam perekonomian pesisir Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Baca juga: OJK periksa 32 kasus pasar modal, libatkan korporasi hingga influencer
Selain itu, OJK mendorong pula pengembangan Gebang Mekar sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI) agar masyarakatnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
Ia menekankan pengembangan EKI dilakukan melalui pemetaan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta identifikasi kebutuhan pembiayaan produktif.
“Pendekatan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan penguatan kapasitas finansial nelayan merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
Pihaknya mendata total nelayan di Kabupaten Cirebon mencapai 17.900 orang, dengan produksi perikanan sekitar 44 ribu ton pada 2024.
“Penguatan literasi keuangan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.
Baca juga: OJK yakin calon emiten IPO sambut baik batas "free float" 15 persen
