Jakarta (ANTARA) - Caruban Literasi Festival (CLF) 8.0 berhasil menghidupkan budaya literasi di Kota Cirebon melalui rangkaian kegiatan kreatif yang melibatkan ribuan masyarakat di Grage City Mall, Rabu.

Festival yang digagas Komunitas Literasi Senja itu menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat sekaligus membuktikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum Komunitas Literasi Senja Rian Haryanto mengatakan CLF 8.0 merupakan upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap literasi agar lebih inklusif dan dekat dengan kehidupan warga.

“Literasi itu bukan cuma soal baca buku. Kalau kamu belajar membaca rasa kopi, memahami cara mengelola uang, atau bahkan mengenal batas tubuhmu lewat olahraga, itu semua literasi. Kami ingin CLF 8.0 jadi bukti bahwa literasi itu milik semua orang,” kata Rian.

Ia menjelaskan festival tahun ini menghadirkan beragam kegiatan seperti CLF Cup Taster Championship 2026, Caruban Literasi Night Run, hingga gelar wicara literasi keuangan yang melibatkan Bank Indonesia, Bank BJB, OJK, dan Pegadaian.

Menurut dia, keberagaman kegiatan tersebut menjadi strategi untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif.

Rian menuturkan perjalanan menjaga eksistensi Literasi Senja selama delapan tahun tidak selalu mudah. Pada awalnya, komunitas tersebut dibangun untuk menciptakan ruang belajar di luar sekolah bagi warga Cirebon dengan dukungan yang terbatas.

Namun, konsistensi gerakan tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon. Kehadiran Wali Kota Cirebon dan Bunda Literasi Kota Cirebon dalam CLF 8.0 menjadi bentuk pengakuan atas dampak yang telah dibangun komunitas tersebut.

Tema “Merawat Literasi, Menumbuhkan Peradaban” yang diusung tahun ini, lanjut Rian, menjadi refleksi dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kota Cirebon.

“Delapan tahun itu penuh cerita. Kami bertahan karena kami tahu Cirebon layak punya ruang belajar yang hidup dan tidak berhenti di ruang kelas,” ujarnya.

Acara puncak CLF 8.0 ditutup dengan perayaan ulang tahun kedelapan Komunitas Literasi Senja dan penampilan musik akustik, menandai komitmen mereka untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan alternatif dan ekonomi kreatif di Kota Cirebon.


 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026