Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara hingga 5 Maret 2026.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 5 Maret 2026," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror di Manado, Minggu.
Pada umumnya, kata dia, angin dominan bertiup dari arah barat laut-timur laut dengan kecepatan rata-rata antara 6-25 knot.
Kecepatan angin maksimum di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di sekitar perairan tersebut
Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang empat meter di perairan Jawa, Bali, NTB
Baca juga: Gelombang laut setinggi enam meter ancam perairan selatan NTB
Baca juga: BMKG ingatkan nelayan dan warga pesisir selatan Kalteng waspadai potensi gelombang 2 meter
Ia mengatakan tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang- Biaro (Sitaro).
Tinggi gelombang serupa juga diperkirakan terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Minahasa Utara, serta perairan selatan Sulawesi Utara.
Dia berharap, warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kapal tongkang memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Kapal feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
