Teheran (ANTARA) - Sedikitnya 560 personel militer AS tewas dan luka-luka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahad.
"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka," sebut pernyataan tersebut, seperti dikutip kantor berita Fars.
Laporan itu juga menyebutkan empat serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain, yang menyebabkan "kerusakan serius" pada pusat komando dan dukungan.
Baca juga: Iran tunjuk Ahmad Vahidi jadi komandan baru IRGC usai wafatnya Mohammad Pakpour
Baca juga: IRGC umumkan operasi militer terbesar usai syahidnya Khamenei
Baca juga: Iran umumkan serangan rudal terbaru ke Israel dan pangkalan militer AS di Timteng
Menurut IRGC, Teheran menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait, mengganggu operasinya, serta tiga objek pangkalan angkatan laut Mohammed Al-Ahmad di sana.
Pada Sabtu, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil.
Televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran lantas menanggapi serangan tersebut dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik-OANA
IRGC nyatakan 560 tentara AS tewas dalam serangan balasan
Senin, 2 Maret 2026 9:05 WIB
Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
