Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Edwin Rusli mengatakan bahwa pelaksanaan program pengentasan kusta aktif dilakukan untuk mengeliminasi kasus di wilayah setempat.
"Kasus kusta di Provinsi Lampung ini sudah sedikit, tapi kami tetap berupaya menjaga agar tidak bertambah," ujar Edwin Rusli di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya untuk terus melakukan deteksi dini kasus, agar dapat mengeliminasi kasus kusta di wilayahnya.
"Kami terus aktif menjalankan program pengentasan kusta di berbagai wilayah sebagai upaya mengeliminasi kasus," ucap dia.
Baca juga: Kemenkes: Penyakit scabies, kusta, dan frambusia kini masuk pemeriksaan CKG
Baca juga: Dinkes P2KB ungkap situasi kusta di Gorontalo
Dia menjelaskan ada sejumlah titik di Provinsi Lampung yang masih terdapat kasus kusta salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan.
"Ada beberapa titik saja yang masih ada kasus, tidak semua rawan. Oleh karena itu kami berupaya untuk menangani ini," katanya.
Menurut dia, untuk memperluas deteksi dini kusta dan berbagai penyakit kulit lainnya pemerintah pun telah memasukkan skrining kusta dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis.
"Jadi untuk pencegahan skrining kusta dalam cek kesehatan gratis ini dilakukan bersama dengan penyakit lain seperti Malaria, HPV. Yang pasti kami berupaya mengurangi kasus serta mencegah persebaran kasus," tambahnya.
Baca juga: Prevalensi kusta di Sulbar masih cukup tinggi
Diketahui sebelumnya Kementerian Kesehatan memaparkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga kasus kusta terbanyak setelah India dan Brazil.
Dan pemerintah pun berkomitmen untuk melakukan langkah intervensi dalam penanganan masalah kesehatan tersebut.
Upaya dilakukan dengan percepatan eliminasi dengan strategi peningkatan deteksi dini, pelayanan kesehatan berkualitas, penyebarluasan informasi, eliminasi stigma, pemberdayaan mantan penderita serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan
Saat ini pemerintah juga telah menargetkan sebanyak 111 kabupaten dan kota di Indonesia untuk dilakukan eliminasi deteksi kasus kusta.
Selain itu, juga melakukan pengenalan pada gejala-gejala penyakit kusta. Sehingga, bila masyarakat sudah mengenal gejala tersebut dapat mengidentifikasi hingga pengobatan.
