Jakarta (ANTARA) - BBPOM Jakarta menemukan kandungan pewarna tekstil Rhodamin B pada kue mangkok dan bolu kukus yang dijual di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Dari 65 sampel total yang diuji, ada dua yang mengandung Rhodamin yakni kue mangkok dan bolu kukus," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Sofi mengatakan, dagangan pedagang bersangkutan pun langsung dikosongkan usai terbukti mengandung kimia berbahaya melalui uji sampel.
"Jadi, tadi udah di-"take out" (ambil) dari etalase untuk dimusnahkan," kata Sofi.
Baca juga: BBPOM DKI Jakarta ingatkan ciri pangan takjil mengandung bahan berbahaya
Lebih lanjut, pihaknya akan menelusuri rantai distribusi jenis takjil tersebut untuk mendeteksi pemasok utamanya.
"Kami tentu menelusuri lebih lanjut siapa pemasok dan pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusi," ucap Sofi.
Sofi pun mengimbau masyarakat untuk hati-hati dengan makanan dengan warna mencolok.
"Misalnya kalau suka mi, harus dilihat mi itu tak keras, kemudian mengkilap, kemudian tercium bau formalin. Karena kalau orang-orang sensitif itu biasanya tercium bau aneh, dia akan perih kemudian mual, seperti itu," ujar Sofi.
Baca juga: BBPOM Jakarta imbau warga periksa "KLIK" sebelum beli makanan dan obat
Kemudian saat membeli tahu, Sofi menganjurkan masyarakat agar tidak memilih tahu yang keras.
"​Pilih tahu yang tak keras. Nah, untuk warna-warna, pilih jangan yang mencolok, pilih yang warna putih saja, mudah-mudahan tak ada warna putih pewarna tekstil," kata Sofi.
Sementara untuk bakso, kata Sofi, biasanya akan lebih kenyal jika menggunakan boraks.
"Dan kalau kerupuk yang menggunakan boraks itu dari rasanya aja sudah getir, berbeda dengan kerupuk yang biasa," kata Sofi.
