Jakarta (ANTARA) - Mereka yang hendak berkendara jauh untuk mudik atau berwisata selama libur Lebaran dianjurkan melakukan pengecekan untuk memastikan komponen-komponen penting mobil dalam kondisi prima demi keselamatan dan kenyamanan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyarankan pemeriksaan komponen-komponen kendaraan yang penting untuk keselamatan berkendara seperti ban, lampu, dan sistem kelistrikan.
"Tekanan ban saat dingin harus sesuai rekomendasi pabrikan, tapak, dinding ban, benjolan, retak, serta keberadaan ban cadangan wajib diperiksa," katanya saat dihubungi dari Jakarta pada Senin.
Ia mengatakan bahwa ban yang kurang tekanan angin dapat mempercepat keausan, meningkatkan risiko gagal ban, dan menurunkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
"Lampu, wiper, klakson, dan seluruh cairan penting kendaraan juga harus dicek," katanya.
Pemilik mobil dengan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) dianjurkan memperhatikan kondisi oli mesin, filter oli, coolant radiator, minyak rem, kondisi belt dan selang, serta aki 12V.
"Bila oli sudah gelap, kental, atau mendekati interval penggantian, segera ganti sebelum berangkat," kata Yannes.
"Gejala seperti rem kurang pakem, setir terasa aneh, aki melemah, atau AC tidak dingin sebaiknya ditangani lebih awal," ia menambahkan.
Menurut dia, pemilik mobil dengan transmisi manual juga perlu memeriksa pelat kopling dan memastikan kondisinya baik guna menghindari risiko overheat dan mogok saat melakukan perjalanan panjang atau menghadapi macet dan cuaca panas.
Baca juga: Waktu servis mobil ICE dan listrik yang tepat sebelum mudik Lebaran
Baca juga: Pemerintah proyeksikan 143,9 juta pergerakan orang saat lebaran
Pemeriksaan mobil listrik dapat mencakup keandalan aki 12V, kabel dan port charging, serta sistem baterai dan pendinginannya.
Pengguna mobil listrik disarankan merencanakan rute perjalanan dan pengisian daya dengan dukungan aplikasi seperti Google Maps, PLN Mobile, atau Voltron.
Pengguna mobil listrik yang akan melakukan perjalanan jauh disarankan mengisi daya baterai 80 persen sampai 100 persen menjelang keberangkatan.
Jika muncul tanda peringatan pada aki 12V, gangguan pengisian, atau performa pengisian daya yang tidak normal, maka pemilik kendaraan disarankan segera membawa kendaraan ke bengkel agar kendaraan bisa diperiksa dan diperbaiki.
Pemeriksaan kendaraan idealnya dilakukan satu sampai dua pekan sebelum keberangkatan agar bengkel punya cukup waktu untuk mengidentifikasi masalah, mengganti suku cadang, dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Selain itu, pengendara bisa mencoba kendaraan sebelum menggunakannya untuk melakukan perjalanan jauh.
Pemeriksaan menyeluruh dan penggantian komponen kritis kendaraan sebelum melakukan perjalanan dapat meningkatkan kenyamanan berkendara serta meminimalkan risiko mogok dan kecelakaan di jalan.
