Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat untuk memberikan vaksin kepada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan monyet guna mencegah penularan penyakit rabies pada manusia.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan, di Mukomuko, Sabtu, mengatakan vaksinasi hewan peliharaan menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan rabies, terutama apabila terjadi kasus gigitan hewan.

“Imbauan kami kepada masyarakat yang memelihara anjing, kucing, maupun monyet agar memberikan vaksinasi rabies pada hewannya, sehingga apabila terjadi gigitan risikonya dapat diminimalkan,” katanya.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan siap memberikan vaksin anti-rabies (VAR) kepada warga yang menjadi korban gigitan hewan penular rabies.

Sementara itu, vaksinasi terhadap hewan peliharaan menjadi kewenangan Dinas Pertanian setempat.

Menurut Hamdan, sepanjang 2025 pihaknya menangani sebanyak 193 kasus gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, dan kelelawar.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada 2024 yang tercatat sebanyak 115 kasus.

Kasus gigitan hewan penular rabies pada 2025 paling banyak terjadi di wilayah Mukomuko yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, dengan jenis hewan yang paling sering menggigit adalah kucing.

Ia menilai peningkatan kasus tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah warga yang memelihara kucing dalam beberapa waktu terakhir.

“Banyak warga yang sebelumnya tidak memelihara kucing, kini mulai memeliharanya,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Hamdan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga hewan peliharaan, khususnya anjing, agar tidak dibiarkan berkeliaran bebas di jalan maupun fasilitas umum.

“Anjing yang dibiarkan berkeliaran cenderung tidak bersahabat terhadap orang yang bukan pemiliknya dan berpotensi menimbulkan kasus gigitan,” kata Hamdan.

Baca juga: Pemkab Rejang Lebong minta pemilik hewan penular rabies tidak dilepasliarkan

Baca juga: Banten bebas rabies 14 tahun berturut-turut lewat surveilans dan vaksinasi



Pewarta: Ferri Aryanto
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026