Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA mengatakan anak yang sering batuk dan panas berulang dalam setahun menjadi salah satu indikasi tanda waspada merujuk pada penyakit jantung bawaan (PJB).
“Ya, batuk radang karena radang di tenggorokan, infeksi virus atau bakteri, tapi kalau penyakit jantung bawaan kan ada kebocoran,” kata Asmoko dalam diskusi kesehatan memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan di Jakarta, Kamis.
Pada kasus PJB, batuk dapat terjadi akibat penumpukan cairan di paru-paru karena jantung memompa darah dengan kekuatan besar namun ada kebocoran di saluran darah menuju paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru banjir.
Baca juga: Anak PJB berisiko terganggu tumbuh kembangnya
Ia menjelaskan kondisi ini sering disalahartikan sebagai infeksi saluran pernapasan biasa (batuk pilek/flu) atau TBC karena gejala yang mirip, namun batuk pada anak PJB sifatnya sering atau menetap.
Selain itu, kebocoran cairan pada paru-paru membawa perkembangbiakan bakteri di dalam paru, penyebab batuk berulang pada indikasi PJB.
“Jadi kalau paru kita banjir itu bakteri suka banget untuk berkembang biak di situ. Jadi dia jadi batuk radang juga, batuk panas berulang, itu namanya, yang kita sebut kalau bahasa kedokterannya pneumonia,” katanya.
PJB karena kebocoran cairan juga dapat menyebabkan anak mudah sesak napas, terdapat kebiasaan jongkok karena mengatur napas saat beraktivitas. Jika pada balita yang PJB ditandai dengan area sekitar mulut yang membiru, dan lesu karena kurang saturasi oksigen rendah hingga kehilangan kesadaran atau kejang.
Baca juga: Dokter anak perluas informasi soal PJB lewat buku
Kondisi ini seringkali diabaikan orang tua atau tenaga kesehatan yang tidak segera menegakkan diagnosis, yang berujung anak bisa meninggal di rumah atau pada saat di bawa ke rumah sakit.
Ia mengimbau kepada orang tua untuk segera melakukan deteksi dini jika ada keluhan anak sering batuk dan panas, sesak napas, terlihat ngos-ngosan saat beraktivitas meski baru sebentar dan ada keluhan biru di area wajah atau kuku yang membengkak.
