Depok (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), melalui tim pengabdian masyarakat Departemen Geografi bersama Tim Research Course on Housing and Policy (RECEH-POL), melaksanakan program pemetaan ruang bermain anak di Kampung Lio, Kota Depok, Jawa Barat.
Ketua Program Pengabdian Masyarakat, Alif Raya Zulkarnaen di Depok, Selasa menjelaskan bahwa anak-anak di Kampung Lio memiliki keterbatasan akses terhadap ruang bermain yang aman dan memadai.
Padahal, aktivitas bermain memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Program ini bertujuan memetakan ruang-ruang potensial bermain anak sebagai dasar perencanaan dan intervensi pengelolaan keruangan ke depan. Harapannya, hasil ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Lio,” kata Alif.
Pemetaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan anak-anak Kampung Lio sebagai subjek utama. Dengan pendampingan mahasiswa, anak-anak mengidentifikasi lokasi bermain yang biasa digunakan serta jenis aktivitas di setiap lokasi.
Pendekatan itu dinilai mampu menggali pengetahuan spasial anak sekaligus memperkuat rasa kepemilikan terhadap ruang di lingkungan mereka.
Bersamaan dengan kegiatan pemetaan, para orang tua mengikuti sosialisasi mengenai bahaya kecanduan gawai (gadget-holic) dan pentingnya aktivitas bermain bagi anak.
Sosialisasi tersebut disampaikan Lintang Shafa Mazaya selaku Duta SDGs UI sekaligus mahasiswa berprestasi Angkatan 2022 di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI.
Hasil pemetaan kemudian diolah oleh Tim Pengabdi FMIPA UI bersama Tim RECEH-POL. Tim Pengabdi bertanggung jawab dalam pengolahan data spasial dan identifikasi lokasi yang aman maupun berpotensi berbahaya bagi aktivitas bermain anak.
Temuan tersebut dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan.
Sementara itu, Tim RECEH-POL menyusun usulan desain arsitektural berbasis kondisi spasial dan antropologis di lokasi-lokasi teridentifikasi.
Salah satu lokasi yang diidentifikasi sebagai hotspot bermain anak adalah area parkir musala di RW 13. Area itu relatif lapang dan kerap dimanfaatkan anak-anak, tetapi memiliki risiko keselamatan akibat lalu lintas kendaraan.
Tim merekomendasikan penataan ulang area parkir, penggunaan material yang lebih aman, serta penambahan fasilitas bermain berupa fun-box bernuansa Islami yang mengintegrasikan fungsi bermain dan edukasi keagamaan.
Sebagai bagian dari tindak lanjut program, hasil pemetaan dan kajian rekomendasi tersebut diserahkan kepada Kelurahan Depok pada 28 Januari 2026 di Kantor Kelurahan Depok.
FMIPA UI lakukan pemetaan ruang bermain anak di Depok
Rabu, 11 Februari 2026 6:07 WIB
FMIPA UI lakukan pemetaan ruang bermain anak di Kampung Lio Kota Depok, Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas UI
