Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengimbau warga di wilayah setempat untuk menerapkan pola 3M Plus untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Andi Prapto di Baturaja, Senin, mengatakan penyakit DBD rentan menyebar saat musim hujan karena banyak terdapat genangan air tempat nyamuk Aedes aegypti (penyebab DBD) berkembang biak.
Oleh sebab itu, katanya, upaya pencegahan dinilai paling efektif dilakukan melalui penerapan gerakan 3M Plus secara rutin dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Dinkes OKU Sumsel catat penambahan 25 kasus DBD selama periode November 2025
Baca juga: Dinkes Kaltim menyalurkan ribuan vaksin Qdenga tekan kasus DBD
Gerakan 3M Plus mencakup menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dan menjadi sarang nyamuk.
Ia menjelaskan tentang "plus" dalam gerakan 3M Plus, yaitu menghindari gigitan nyamuk dengan tidur menggunakan kelambu atau menyalakan obat nyamuk.
"Sosialisasi 3M Plus ini kami gencarkan melalui tenaga kesehatan di seluruh puskesmas di Kabupaten OKU," katanya.
Langkah sederhana, katanya, tersebut memiliki peran besar dalam memutus siklus hidup nyamuk penyebab demam berdarah, terutama di lingkungan rumah tangga.
Baca juga: Tren kasus DBD di Jakarta meningkat pada awal tahun 2026
Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan ekstra, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang berisiko lebih tinggi terpapar DBD.
Berdasarkan data, sepanjang 2025 pihaknya mencatat angka penyebaran DBD di Kabupaten OKU mencapai 175 kasus.
Jumlah tersebut turun dibandingkan pada 2024, yaitu menembus angka 412 kasus, namun tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD.
"Alhamdulillah tahun ini juga semua pasien DBD dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Kota Baturaja," ujar dia.
