Martapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan mencatat kemunculan 16 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari 2026.
"Selama periode Januari 2026 tercatat 16 kasus DBD yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU Timur, Umaidah Kosim di Martapura, Sumsel, Sabtu.
Dia mengatakan, selama periode tersebut sebanyak delapan puskesmas di wilayah itu menangani 16 pasien DBD mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Delapan puskesmas tersebut meliputi Puskesmas Pengandonan, Gumawang, Purwodadi, Sukaraja, Rawa Bening, Rasuan, Martapura, dan Puskesmas Nusa Bakti.
"Kabar baiknya tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD," katanya.
Baca juga: Dinkes Kaltim salurkan 6.170 vaksin Qdenga untuk cegah dan kendalikan kasus DBD
Menurut dia, kasus DBD cukup tinggi mengingat saat ini musim hujan di mana penyakit tersebut mudah sekali menyebar luas.
Tingginya kasus DBD karena disebabkan faktor banyaknya genangan air sehingga nyamuk aedes aegypti mudah berkembang biak.
Sebagai upaya penanggulangan, kata dia, pihaknya terus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan surveilans DBD secara rutin sebagai langkah preventif.
Dinas Kesehatan OKU Timur melalui seluruh puskesmas pun membagikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membunuh jentik nyamuk di lingkungan rumah.
Baca juga: Dinkes Kota Jambi ajak masyarakat terapkan PHBS dan 3M Plus cegah DBD
Termasuk juga menyiapkan langkah fogging atau pengasapan di daerah rawan DBD guna membunuh nyamuk dewasa agar penyakit tersebut tidak menyebar luas.
"Yang terpenting masyarakat kami ingatkan kembali untuk menerapkan 3M Plus serta mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari penyebaran penyakit, termasuk DBD," ujarnya.
