Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong pengembangan pariwisata yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan melalui pelatihan pemandu wisata bagi penyandang disabilitas.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memperluas akses dan pemberdayaan kelompok difabel di sektor pariwisata.
"Pelatihan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu (12/11).
Baca juga: Pemkot Cilegon mulai kembangkan situ Rawa Arum untuk wisata dan air baku bagi warga
Tinawati mengatakan, upaya menciptakan pariwisata inklusif sejalan dengan visi Gubernur Banten Andra Soni untuk mewujudkan daerah yang indah, kuat, dan ramah bagi semua pihak. Ia menilai pariwisata yang berkelanjutan harus mencerminkan nilai empati dan kesetaraan sosial.
“Sebagai Bunda Literasi, saya juga ingin belajar bahasa isyarat agar bisa lebih memahami dan berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas,” tambahnya.
Dalam sesi dialog, Tinawati menampung sejumlah masukan dari peserta difabel, seperti kebutuhan rambu visual bagi tuna rungu dan pelatihan pertolongan pertama bagi pemandu wisata.
“Beberapa hal sudah kami catat, seperti kebutuhan rambu visual di lokasi wisata dan pelatihan pertolongan pertama bagi pemandu. Insya Allah akan kami bahas bersama Dinas Pariwisata untuk bisa dianggarkan pada tahun 2026,” jelasnya.
Baca juga: Kibarkan bendera yang unik di kanal pemuda Serang Banten angkat potensi wisata
