Solo (ANTARA) - Dosen Fakultas Teknik Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Annie Purwani meneliti soal bahaya material baterai bekas pakai untuk kesehatan manusia.
Hasil penelitiannya tersebut disampaikan pada Ujian Terbuka Promosi Doktor Teknik Industri soal penelitian strategi optimal dalam mengelola End-of-Life (EoL) baterai swap sepeda motor listrik di Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Dari hasil penelitiannya, ia mengatakan baterai bekas pakai yang hanya didiamkan akan berdampak pada kesehatan.
"Karena di dalamnya ada nikel, mangan yang akan memengaruhi kesehatan atau bisa menjadi pemicu kanker dan gangguan pernapasan pada manusia," katanya.
Sedangkan kaitannya dengan ekosistem lingkungan, dikatakannya, jika ada material baterai yang hanyut di air maka akan memengaruhi keasaman air.
Dengan begitu air menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Sedangkan jika kena di tanah juga akan mengganggu ekosistem tanah," katanya.
Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar dilakukan daur ulang pada baterai bekas pakai.
"Jadi baterai yang sebetulnya masih baik harapannya bisa dapat didaur ulang karena ini kan ada material pendukungnya. Kalau bikin baru dengan material baru artinya harus membuka pertambangan baru. Akhirnya lama-lama juga akan habis," katanya.
Pada penelitian, ia juga mengaitkan dengan meningkatnya penggunaan sepeda motor Listrik yang ditenagai baterai. Meski sepeda motor listrik ini merupakan solusi transportasi ramah lingkungan, dikatakannya, tantangan besar ada pada pengelolaan baterai yang mencapai akhir masa pakainya (EoL).
Baca juga: Doktor Farmasi UI kaji tanaman kait-kait untuk obati diabetes
Baca juga: Asarini raih gelar doktor farmasi Universitas Pancasila