Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah melantik Dekan Fakultas dan Direktur Program Pendidikan Vokasi di lingkungan Universitas Indonesia periode 2025-2029 setelah menjalani proses seleksi mulai Agustus 2025.
"Jabatan merupakan amanah yang datang dan pergi silih berganti, mari kita jaga amanah untuk majukan UI," kata Heri Hermansyah usai melantik dekan di
Balai Sidang Kampus UI, Kota Depok, Senin.
Heri Hermansyah menegaskan pemilihan dekan merupakan hak prerogatif rektor, namun tentunya kami memilih sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas berdasarkan seleksi yang ketat dan transparan.
"Jadi prosesnya panjang dimulai dari seleksi administrasi hingga wawancara mendalam tentang program kerja selama 4 tahun kedepan," ujarnya.
Ia mengatakan dekan harus mampu membentuk budaya akademik yang baik dan juga sebagai CEO bagaimana dia menggerakkan SDM dan dosen sesuai dengan keahliannya serta mampu memanfaatkan aset-aset yang tidur menjadi aset produktif.
Ia berharap, para dekan menjadi contoh bagi para dosen dan bisa melakukan tiga hal secara bersamaan, yaitu pendidikan, riset inovasi, dan pengalaman masyarakat secara sejalan.
"Inilah yang kemudian kita harapkan dari seorang dekan, idealnya mereka memiliki kemampuan corporate culture dan academic culture," ucapnya.
Dekan Fakultas dan Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Periode 2025-2029 yang dilantik Senin (8/12) yakni:
1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia: Tito Latif Indra.
2. Fakultas Ilmu Budaya: Untung Yuwono.
3. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik: Evi Fitriani.
4. Fakultas Kesehatan Masyarakat: Indri Hapsari Susilowati.
5. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia: Wisnu Jatmiko.
6. Fakultas Farmasi: Silvia Surini.
7. Fakultas Kedokteran: Anna Rozaliyani.
8. Fakultas Psikologi: Dicky Chresthover Pelupessy.
9. Program Pendidikan Vokasi: Safrin Arifin.
Baca juga: UI pelopor standar kampus keberlanjutan global
Baca juga: UI terima permohonan maaf Ko-Promotor disertasi Bahlil Lahadalia
Baca juga: UI: Izin konversi hutan perlu dikaji ulang untuk minimalisir bencana
