Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Sugiono bertemu Perdana Menteri Belanda Dick Schoof dan Menteri Luar Negeri Caspar Veldkamp di Den Haaq saat melakukan kunjungan ke negara tersebut pada 21-22 Februari.
Melalui siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta, Ahad, Sugiono menegaskan kembali posisi Belanda sebagai mitra penting Indonesia di Eropa.
"Sebagai mitra kunci di Uni Eropa, Indonesia berharap dapat terus memperkuat kemitraan komprehensifnya dengan Belanda," katanya.
Sugiono menjelaskan berbagai program prioritas Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan, transisi energi, hilirisasi dan peningkatan kapasitas SDM.
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belanda menyampaikan komitmen memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia, terutama di sektor bisnis dan menyatakan dukungan terhadap program prioritas di antaranya penguatan ketahanan pangan dan makan bergizi gratis.
PM Belanda menggarisbawahi perlunya Indonesia dan Belanda menjadi jembatan antara Eropa dan Asia Pasifik.
Mengenai keanggotaan di BRICS, Sugiono menjelaskan harapan Indonesia menjadi jembatan antara negara berkembang dan negara maju serta antara BRICS dan Asia Tenggara.
Setelah Belanda, Menlu akan bertolak menuju Jenewa, Swiss, untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang ke-58 Dewan HAM dan Konferensi Perlucutan Senjata.
Baca juga: Menlu RI dan Rusia bahas keamanan pangan dan energiBaca juga: RI ikut BRICS jembatani negara maju dan negara berkembang
Baca juga: Menlu RI dan Dubes Turki bahas kerja sama bilateral