Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Kemanusiaan Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjalankan misi kemanusiaan di sejumlah wilayah bencana di Sumatera dan Aceh.
Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, pekan lalu, dijelaskan pengerahan satgas itu dilakukan dalam rangka membantu proses pemulihan pascabencana.
"Saya melihat situasi ini memprihatinkan yang memerlukan bantuan cepat,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam siaran pers tersebut.
Tercatat ada 75 kadet Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan (Unhan) Cohort 1 dikerahkan untuk membantu penanganan kesehatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Para kadet yang terdiri dari 44 putra dan 31 putri itu diberangkatkan sejak Senin (1/12) lalu dan masih bertugas hingga saat ini.
Di Sumatera Utara, tercatat ada 25 dokter muda ditempatkan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Mereka disebar ke lima posko kesehatan, yaitu Rumkitban Sibolga, GOR Pandan, Kodim 0211/Tapanuli Tengah, SMP 5 Sibolga, dan satu posko tambahan.
"Penugasan ini difokuskan pada pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat-obatan, serta skrining berbagai penyakit pasca bencana seperti gangguan pernapasan, infeksi kulit, dan diare," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Sementara itu, 25 dokter muda lainnya diberangkatkan ke Aceh untuk ditempatkan di Posko Bantuan Bencana Mobile di Aceh Utara, Aceh Tamiang, serta Bener Meriah.
