Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi mengalihkan fokus untuk menjaga kondisi fisik menjelang Swiss Open 2026 setelah terhenti pada babak 16 besar All England 2026.

Pada pertandingan di Utilita Arena, Birmingham, Kamis waktu setempat, mereka dipaksa  mengakui keunggulan unggulan kelima Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan 15-21, 16-21.

Tiwi menyatakan  tak ingin terlalu lama larut dalam kegagalan karena masih harus mempersiapkan diri menghadapi turnamen pekan depan.

“Masih ada Swiss Open pekan depan jadi kami harus jaga kondisinya jangan sampai turun. Staminanya tidak boleh kendur,” kata Tiwi dalam keterangan tertulis PP PBSI, Jumat.

Baca juga: Tiwi/Fadia pilih "enjoy" usai malaju ke babak kedua All England 2026
Baca juga: Tiwi/Fadia jaga asa Indonesia usai pastikan tempat di semifinal German Open 2026

Ia menilai secara permainan mereka sebenarnya sudah menemukan pola yang tepat saat menghadapi ganda Jepang itu. 

“Hanya memang konsistensinya masih hilang-hilangan,” sambungnya.

Sementara itu, Fadia mengatakan mereka tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dengan upaya maksimal.

Menurut dia, peluang menyamakan kedudukan sempat terbuka, namun kesalahan sendiri membuat jarak poin kembali melebar.

“Setelah itu kami banyak mati sendiri yang membuat jarak poinnya jauh lagi,” kata Fadia.

Baca juga: PBSI beri evaluasi terhadap Tiwi/Fadia meski juara Thailand Masters 2026

Fadia menambahkan ganda putri dituntut bermain lebih sabar dan efisien karena pertandingan sering berlangsung dalam reli panjang yang menguras tenaga.

“Kami harus lebih konsisten lagi. Ganda putri mainnya capek dan reli,  jadi harus bisa lebih hemat poin dan tidak banyak buang poin,” ujarnya.



Pewarta: Muhammad Ramdan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026