Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkuat sistem proteksi untuk antisipasi cuaca ekstrem melalui peningkatan fasilitas di setiap stasiun demi keamanan dan kenyamanan penumpang."
Kaitannya dengan pelayanan ya, jadi kalau misalnya "oh ada tampias" dan sebagainya, apa yang bisa kita lakukan untuk tidak tampias? Itu kan pasti teranggarkan di kita tentunya," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa.
Tuhiyat mengatakan pihaknya selalu menyiapkan anggaran untuk meningkatkan pelayanan MRT, termasuk saat cuaca ekstrem. Salah satunya, yakni pemasangan kaca tampias yang dipasang Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan.
Baca juga: Polisi masih bersiaga di lokasi banjir dan pengungsian warga wilayah Karawang
"Seperti kaca tampias atau metodenya itu, tapi kita lakukan sesuai dengan penganggaran kita," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Jakarta, Mega Tarigan mengatakan, desain MRT Jakarta berbasis analisis banjir jangka panjang dengan menggunakan data hidrologi.
"Elevasi pintu masuk (entrance) stasiun bawah tanah dirancang hingga kurang lebih 1,5 meter di atas permukaan tanah untuk menghindari limpasan banjir," ucap Mega.
Mega menambahkan tersedia sistem pompa air permanen di setiap stasiun, termasuk pompa celup (submersible) di area stasiun dan pintu masuk (entrance).
Baca juga: Dataran aluvial, antara bencana dan berkah dari sungai
Kemudian, saluran tali air dan water trap/drainase untuk mengalirkan limpasan air hujan dari jalan dan gedung sekitar ke drainase kota, pedestrian stasiun dengan potensi sumur resapan di area genangan untuk mengurangi limpasan air.
Lalu, adanya sensor level air di sungai sekitar stasiun (seperti Kali Krukut) yang terhubung ke pusat kontrol operasi atau Operation Control Center (OCC) sebagai sistem peringatan dini.
