Jakarta (ANTARA) - Lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang, JICA (Japan International Cooperation Agency) membiayai pembangunan MRT Fase 2 Thamrin-Kota lewat skema pendanaan tiga pihak atau "tri-sub-driver agreement".
"Nanti JICA akan langsung membayar kepada kontraktor secara langsung. Ini yang kita namakan dengan tri-sub-driver agreement," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat di kawasan Harmoni Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan saat peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lintas Utara-Selatan.
Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
Baca juga: Polisi tangkap jambret yang beraksi di Jalan Fatmawati Raya Jaksel
"Tri-sub-driver agreement" adalah skema kerja sama tiga pihak, yakni pemberi pinjaman JICA, pemilik proyek (pemerintah/BUMD) dan kontraktor.
Pembayaran proyek dilakukan langsung oleh JICA kepada kontraktor berdasarkan perkembangan dan realisasi pekerjaan yang telah diverifikasi.
Pewarta: Luthfia Miranda PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.